Peran Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Meningkatkan Nilai-nilai Spiritual dan Moral Siswa di Era Digital
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam menanamkan nilai-nilai spiritual dan moral di kalangan siswa sekolah dasar di Kota Pekanbaru, di tengah tantangan era digital. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, penelitian ini melibatkan lima guru PAK dari tiga sekolah dasar yang dipilih secara purposif, berdasarkan kriteria pengalaman dan keterlibatan mereka dalam pengembangan karakter siswa. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi kegiatan pembelajaran, dan analisis dokumen, untuk mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai strategi pengajaran yang digunakan dan tantangan yang dihadapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAK mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran untuk memperkuat pemahaman siswa terhadap nilai-nilai spiritual, seperti penggunaan video pembelajaran dan aplikasi Alkitab digital. Meski demikian, tantangan muncul dari pengaruh negatif konten digital di luar kelas, yang mengharuskan guru memberikan bimbingan dalam literasi digital. Selain itu, strategi pembelajaran berbasis pengalaman, seperti kegiatan pelayanan sosial dan diskusi kelompok tentang studi kasus moral, diadopsi untuk meningkatkan kesadaran sosial dan empati siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran guru PAK sangat penting dalam membentuk karakter siswa di era digital, melalui kombinasi pengajaran yang inovatif dan relevan dengan tantangan kontemporer.
References
Ayuningtyas, A. E., Slameto, S., & Dwikurnaningsih, Y. (2017). Evaluasi Program Pelatihan In House Training (IHT) di Sekolah Dasar Swasta. Kelola: Jurnal Manajemen Pendidikan, 4(2), 171. https://doi.org/10.24246/j.jk.2017.v4.i2.p171-183
B.Uno, H. (2008). Teori Motivasi dan Pengukurannya. Bumi Aksara.
Daud, M. H., & Kaleka, M. B. U. (2020). Analisis Kesulitan Bagi Guru Ipa Untuk Melakukan Penelitian Tindakan Kelas (Ptk). OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika, 3(02), 36–42. https://doi.org/10.37478/optika.v3i02.502
Fadillah, A. (2016). Analisis Minat Belajar Dan Bakat Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa. M A T H L I N E : Jurnal Matematika Dan Pendidikan Matematika, 1(2), 113–122. https://doi.org/10.31943/mathline.v1i2.23
Fakhrurrazi. (2018). Hakikat Pembelajaran Yang Efektif. At-Tafkir, 11(1), 85. https://doi.org/10.32505/at.v11i1.529
Hattie, J., & Timperley, H. (2007). The power of feedback. Review of Educational Research. Review of Educational Research, 77(1).
Helmi, J. (2016). Penerapan Konsep Silberman dalam Metode Ceramah pada Pembelajaran PAI. Jurnal Pendidikan Al-Ishlah, 8(2).
Johnson, K. (2015). Behavioral Education in the 21st Century. Journal of Organizational Behavior Management, 35(1–2), 135–150. https://doi.org/10.1080/01608061.2015.1036152
Kumar Reddy Sirigiri, V., Yadav Gudiga, V., Shankar Gattu, U., Suneesh, G., & Mohan Buddaraju, K. (2022). A review on Johnson Cook material model. Materials Today: Proceedings, 62. https://doi.org/10.1016/j.matpr.2022.04.279
Lele, P. B., Putra, S. H. J., Bare, Y., & Bunga, Y. N. (2023). Implementasi Outing Class Untuk Merangsang Motivasi Belajar Siswa. Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1).
McConnell, B. E. (1991). Between Past and Present. Archaeology, Ideology, and Nationalism in the Modern Middle East . By Neil Asher Silberman. . American Journal of Archaeology, 95(1). https://doi.org/10.2307/505168
Meyshera, V. A., & Raihana Hamdan, S. (2023). Pengaruh Motivasi Akademik terhadap Kematangan Karir. Bandung Conference Series: Psychology Science, 3(1). https://doi.org/10.29313/bcsps.v3i1.5780
Paksi, G. R. (2022). Time Token Arends: Sebuah Strategi Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa di Kelas. Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 2(02). https://doi.org/10.47709/educendikia.v2i02.1657
Ryan, R. M., & Deci, E. L. (2000a). Self-determination theory and the facilitation of intrinsic motivation, social development, and well-being. American Psychologist, 55(1). https://doi.org/10.1037//0003-066x.55.1.68
Ryan, R. M., & Deci, E. L. (2000b). Self-determination theory and the facilitation of intrinsic motivation, social development, and well-being. American Psychologist, 55(1). https://doi.org/10.1037/0003-066X.55.1.68
Slameto. (2010). Belajar dan factor-faktor yang mempengaruhi. Rineka Cipta.
Sudjana Nana. (2010). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar (XV). https://doi.org/PT. Reamaja Rosdakarya
Sukmawati, P. D., Tantra, D. K., & Mahayanti, N. W. S. (2018). An analysis of active learning characteristics implemented in EFL at SMA Negeri 2 Singaraja. Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Undiksha, 5(2).
VYGOTSKY, L. S. (2019). Mind in Society. In Mind in Society. https://doi.org/10.2307/j.ctvjf9vz4
Widyanto, I. P., & Wahyuni, E. T. (2020). Implementasi Perencanaan Pembelajaran. Satya Sastraharing, 04(02), 16–35.
Adams, G., & Engelmann, S. (1996). Research on Direct Instruction: 25 Years Beyond DISTAR. Seattle: Educational Achievement Systems.
Engelmann, S., & Carnine, D. (1991). Theory of Instruction: Principles and Applications. New York: Irvington Publishers.
Heward, W. L. (2013). Exceptional Children: An Introduction to Special Education (10th ed.). Boston: Pearson.
Rosenshine, B. (2012). Principles of Instruction: Research-Based Strategies that All Teachers Should Know. American Educator, 36(1), 12-19.
Samsudin, M. (2013). "Metode Pengajaran untuk Siswa Berkebutuhan Khusus." Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Schalock, R. L., et al. (2010). Intellectual Disability: Definition, Classification, and Systems of Supports (11th ed.). Washington, DC: AAIDD.
Turnbull, R., et al. (2013). Exceptional Lives: Special Education in Today's Schools (7th ed.). Upper Saddle River, NJ: Pearson.
Zubaedi, Z. (2011). Pendidikan Karakter: Konsep dan Aplikasinya dalam Lembaga Pendidikan. Jakarta: Kencana.