PENANAMAN KARAKTER GOTONG ROYONG DALAM KELAS MULTI USIA DI SLB NEGERI 1 GUNUNGKIDUL
Abstract
Keterbatasan jumlah guru mendorong terbentuknya kelas multi usia. Artikel bertujuan mengetahui penerapan karakter gotong royong dalam kelas multi usia di SLB Negeri 1 Gunungkidul. Dalam karakter gotong royong, siswa memiliki jiwa kerjasama, solidaritas, tolong menolong dan kekeluargaan. Kelas multi usia, kelas sengaja dibentuk dari keberagaman usia siswa. Ciri khas pembelajaran di SLB, jam keterampilan lebih banyak sebagai bekal kemandirian siswa. Karakter gotong royong diterapkan saat pembelajaran di dalam dan luar kelas. Orang tua berperan di kelas keterampilan, rumah, gereja dan masyarakat. Karakter gotong royong membekali siswa SMALB siap masuk dunia kerja.
References
Grant, J.Johnson, B,Richadrdson,I.1996.Multiage Q&A 101 Pratical Answer to Your Most Pressing Question. NH.Cristal Springs Book
Kemmis, Matthew David. 2011. Challenges In Implementing Curriculum and Asssesing Student Learning in Multiage Classrooms. Concordia University-Portland
Mulyasa, E. 2011. Manajemen Pendidikan Karakter. Jakarta: Bumi Aksara.
Muslich, Masnur. 2011. Pendidikan Karakter. Jakarta: Bumi Aksara
Song,Ruiting, Spradlin, Terry E, Plucker,Jonathan A.2009.The Advantages and Disadvantages of Multiage Classrooms in the Era of NCLB Accountability Education Policy Brief. Bloomington, IN: Center for Evaluation & Education Policy