STRATEGI PEMBELAJARAN KOSAKATA ABSTRAK UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATERI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN BAGI ANAK TUNARUNGU KELAS KECIL

Authors

  • Dina Kurnia Restanti

Abstract

Bahasa merupakan unsur utama dalam berkomunikasi. Bahasa membantu seseorang untuk mengekspresikan pikiran dan perasaannya, serta mengembangkan informasi yang ia terima. Dengan bahasa, orang lain dapat mengetahui kedalaman pengetahuan dan cara berfikir yang ada pada diri seseorang. Keutuhan kelima indera membantu seseorang dalam memahami sebuah informasi dalam ingatan jangka panjang maupun janga pendek. Jika ada hambatan salah satu indera saja, tentu informasi yang diterima tidak bisa seratus persen tersampaikan kepada orang lain. Anak tunarungu mengalami hambatan dalam indera pendengaran dan kesulitan berbicara. Sehingga perlu strategi khusus untuk memberi materi kepada mereka. Terkhusus Pendidikan Agama Kristen, dengan empat elemen penting, yaitu Allah Berkarya, Manusia dan Nilai-nilai Kristiani, Gereja dan Masyarakat Majemuk, Alam dan Lingkungan Hidup. Jika dilihat dari materinya, ada banyak kosokata abstrak, jadi perlu peta konsep, tahapan pembelajaran, strategi dan media pembelajran khusus sehingga anak tunarungu dapat memahami dan mempraktekkan nilai-nilai Kristiani di Pendidikan Agama Kristen dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Kompetensi Dasar kelas kecil, kelas 1,2,3 SDLB Tunarungu ada beberapa kosakata abstrak, seperti: Tuhan, penciptaan, mengasihi, bersyukur, tanggung jawab, dan keutuhan ciptaan. Sesuai pengamatan dalam video pembelajaran, berjudul “Tanggung Jawab Memelihara Flora bagi Kelas 3 SDLB Tunarunguâ€, media pembelajaran yang digunakan adalah Video penciptaan alam semesta, kuis yang interaktif, gambar, menulis tegak bersambung, menjodohkan gambar dan tulisan, dan praktek menjaga keutuhan alam ciptaan Tuhan.

References

Ank Willems. 2012. Berbagai Materi Pelatihan Peningkatan Kualitas dan Kompetensi Guru Tunarungu. Yogyakarta: PSIBK Universitas Sanata Dharma (tidak diterbitkan). Dennis G. Pappas. 1998. Diagnosis and Treatment of Hearing Impairment in Children. London: Singular Publishing Group, Inc. Isabel L. Beck, Margaret G. McKeown, and Linda Kucan. 2002. Bringing Words to Life: Robust Vocabulary Instruction. Guilford Press. Murni Winarsih. 2007. Intervensi Dini Bagi Anak Tunarungu dalam Perolehan Bahasa. Jakarta: Dikti. Permanarian Somad & Tati Hernawati. 1996. Ortodidaktik Tunarungu. Jakarta: Depdikbud. Suparno. 2001. Pendidikan Anak Tunarungu (Pendekatan Orthodidaktik). Yogyakarta: Diktat Kuliah. Wina Senjaya. 2008. Strategi Pembelajaran; Berorientasi Standar Proses Pendidikan.Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Seymour, Jack. Memetaakan Pendidikan Kristen. Pendekatan-Pendekatan Menuju Pembelajaran Jemaat. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2016. Sijabat, Binsen S. Pendidikan Kristen Konteks Sekolah. Bandung: Kalam Hidup, 2018. Simanjuntak, Junihot. Ilmu Belajar Didaktik Pendidikan Kristen. Yogyakarta: Andi, 2017 Smith, David I. Pendidikan Yang Kristiani. Mempratikkan Iman di Ruang Kelas. Bandung: Kalam Hidup, 2019. Tim Penulis. Mozaik Moderasi Beragama Dalam Perspektif Kristen. (Jakarta: Ditjen Bimas Kristen, 2019. __________. Lampiran II Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 10/D/KR/2017 tentang Struktur Kurikulum, Kompetensi Inti-Kompetensi Dasar dan pedoman Impementasi Kurikulum 2013 Pendidikan Khusus, 2017. Puji Astuti. Mengenal Karakteristik Anak Berkebutuhan Khusus Menuju Layanan Belajar. Jakarta : Kemendikbud Dirjen Dikdas Direktorat pembinaan PKLK, 2014.

Downloads

Published

2021-06-30