IMPLEMENTASI TEOLOGI MAKANAN DALAM ALKITAB DAN TRADISI MANTILA DI TORAJA SEBAGAI UPAYA MENGATASI STUNTING

Authors

  • Linus Sumule Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja

DOI:

https://doi.org/10.37196/t9ahqk75

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persoalan stunting di Toraja dengan menggambarkan sudut pandang teologi makanan―dalam Alkitab, dan tradisi makan tradisional orang Toraja ―Mantila sebagai upaya reparasi makna dari aktivitas makan di Toraja. Metode kualitatif dengan pendekatan litertur review digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini. Analisisdata dalam tulisan ini menggunakan pendekatan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan dua hal penting bahwa pertama, Alkitab ―Matius 23: 35-49 dan Kisah Para Rasul 2: 46 memiliki pandangan yang sama dengan tradisi Mantila di Toraja tentang teologi makan, yakni makan bukan hanya rutinitas tetapi sarana untuk membangun nilai solidaritas dan kepedulian terhadap sesama. Kedua, . Penerapan implementasi nilai-nilai ini merupakan tawaraan untuk mengatasi stunting di Toraja. Namun, semua upaya ini harus disertai dengan rasa cukup dan rasa syukur terhadap makanan sebagai sarana pemenuhan rohani. Dengan demikian, penelitian ini dapat berkontribusi bagi masalah stunting di Toraja.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Downloads

Published

2025-10-24

How to Cite

IMPLEMENTASI TEOLOGI MAKANAN DALAM ALKITAB DAN TRADISI MANTILA DI TORAJA SEBAGAI UPAYA MENGATASI STUNTING. (2025). KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi, 11(2). https://doi.org/10.37196/t9ahqk75