IMPLEMENTASI TEOLOGI MAKANAN DALAM ALKITAB DAN TRADISI MANTILA DI TORAJA SEBAGAI UPAYA MENGATASI STUNTING
DOI:
https://doi.org/10.37196/t9ahqk75Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persoalan stunting di Toraja dengan menggambarkan sudut pandang teologi makanan―dalam Alkitab, dan tradisi makan tradisional orang Toraja ―Mantila sebagai upaya reparasi makna dari aktivitas makan di Toraja. Metode kualitatif dengan pendekatan litertur review digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini. Analisisdata dalam tulisan ini menggunakan pendekatan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan dua hal penting bahwa pertama, Alkitab ―Matius 23: 35-49 dan Kisah Para Rasul 2: 46 memiliki pandangan yang sama dengan tradisi Mantila di Toraja tentang teologi makan, yakni makan bukan hanya rutinitas tetapi sarana untuk membangun nilai solidaritas dan kepedulian terhadap sesama. Kedua, . Penerapan implementasi nilai-nilai ini merupakan tawaraan untuk mengatasi stunting di Toraja. Namun, semua upaya ini harus disertai dengan rasa cukup dan rasa syukur terhadap makanan sebagai sarana pemenuhan rohani. Dengan demikian, penelitian ini dapat berkontribusi bagi masalah stunting di Toraja.
Unduhan
Referensi
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang naskahnya diterbitkan menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Hak publikasi atas semua materi naskah jurnal yang diterbitkan/dipublikasikan dalam situs E-Journal KENOSIS ini dipegang oleh dewan redaksi dengan sepengetahuan penulis (hak moral tetap milik penulis naskah).
- Ketentuan legal formal untuk akses artikel digital jurnal elektronik ini tunduk pada ketentuan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike (CC BY-NC-SA), yang berarti Jurnal KENOSIS tidak memiliki tujuan komersial, berhak menyimpan, mengalih media/format-kan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database), merawat, dan mempublikasikan artikel tanpa meminta izin dari Penulis selama tetap mencantumkan nama Penulis sebagai pemilik Hak Cipta.
- Naskah yang diterbitkan/dipublikasikan secara cetak dan elektronik bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Selain tujuan tersebut, dewan redaksi tidak bertanggung jawab atas pelanggaran terhadap hukum hak cipta.