KRISTOLOGI "LOGOS" DAN KONTEKS PLURALISME AGAMA
DOI:
https://doi.org/10.37196/kenosis.v1i2.24Kata Kunci:
Logos, Allah, Kristologi, Pluralisme AgamaAbstrak
Inkarnasi Logos merupakan suatu tema yang penting dalam wacana teologi Kristen. Dalam konteks pluralisme saat ini Kristologi ini ditinjau kembali secara kritis oleh para teolog (terutama teolog agama-agama) berdasarkan pada asumsi bahwa gagasan ini sangat eksklusif dan tidak mempromosikan dialog antar agama. Dalam artikel ini saya mencoba untuk menguji kembali asumsi ini dengan didasarkan pada investigasi biblis terhadap konsep Logos, terutama konsep Injil Yohanes. Menurut Yohanes, Logos memiliki tiga peran penting sebagai agen penciptaan, agen penyataan, dan agen penyelamatan. Sebagai agen penciptaan Logos diperkenalkan sebagai mitra Allah dalam penciptaan 'semua' (panta). Dalam hal peran penyataan dan penyelamatan, Logos ditampilkan sebagai yang berinkarnasi yang membebaskan orang dari penderitaan melalui "tanda-tanda" sebagaimana dicatat di dalam Injil Yohanes. Tiga ide yang menarik tentang Logos Yohanes ini – terutama gagasan universalitas Logos dan Kristologi pembebasan agama-agama – pada akhirnya akan direfleksikan dalam konteks pluralisme agama.
Unduhan
Referensi
Barret, C. K. 1958. The Gospel According to St. John. London: Presbyterian Publishing Corporation..
de Jong, Marinus. 1988. Christology in Context. Philadelphia: Westminster John Knox Press.
Dunn, James. 1980.Christology in the Making.Grand Rapids: William B. Eerdmans Publishing Company..
Dunn,James. 1980. Christology in the Making. Grand Rapids: William B. Eerdmans Publishing Company.
Hick, John. 1995. A Christian Theology of Religions. Louisville: Westminster John Knox Press.
Houlden, Leslie. 1977. “The Creed of Experienceâ€.The Myth of God Incarnate. Eds. John Hick. London: SCM Press.
Keener, Craig S. 1993. The IVP Bible Commentary; New Testament. Illinois; Inter Varsity Press.
Kleinknecht. 1967. “The Logos in the Greek and Hellenistic Worldâ€.Theological Dictionary of the New Testament, Eds. Gerhard Kittel. Grand Rapids: William B. Eerdmans Publishing Company.
Knitter, Paul F.,2001. “Christian Theology of Liberation and Interfaith Dialogueâ€, dalam Christianity and Other Religions, Ed. By John Hick dan Brian Hebblethwaite, Oxford: Oneworld Publications.
Knitter, Paul F.,2001. “Menuju Teologi Pembebasan Agama-agamaâ€, dalam Mitos Keunikan Agama Kristen, Ed. By John Hick dan Paul F. Knitter, Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Kostenberger, 1998. Andreas J.,The Mission of Jesus and the Disciples According to the Fourth Gospel, Grand Rapids: William B. Eerdmans Publishing Company.
Macquarrie, John. 1990. Jesus Christ in Modern Thought. Philadelphia: SCM Press.
Matera, Frank J. 1999. New Testament Christology. Louisville: Westminster John Knox.
Okure,Teresa,2010. “Is Interfaith Theology Possible? If Not, Why Not?â€, dalam Toward a Planetary Theology, Ed. By. Jose Maria Vigil, Montreal: Dunamis Publisher.
Pieris, Aloysius,2010. “Toward a Theology of Religious Pluralismâ€, dalam Toward a Planetary Theology, Ed. By Jose Maria Vigil. Montreal: Dunamis Publishers.
Pollard, T. E., 1970. Johannine Christology and the Early Church,Cambridge: Cambridge University Press.
Sagala, Mangapul. 2009. Firman Menjadi Daging. Jakarta: Perkantas..
Singgih, Emanuel Gerrit. 2007. Berteologi Dalam Konteks. Yogyakarta: Penerbit Kanisius,.
Wiles, Maurice. 1977. “Christianity without Incarnation,†The Myth of God Incarnate. Ed. John Hick. London: SCM Press.
Unduhan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Penulis yang naskahnya diterbitkan menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Hak publikasi atas semua materi naskah jurnal yang diterbitkan/dipublikasikan dalam situs E-Journal KENOSIS ini dipegang oleh dewan redaksi dengan sepengetahuan penulis (hak moral tetap milik penulis naskah).
- Ketentuan legal formal untuk akses artikel digital jurnal elektronik ini tunduk pada ketentuan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike (CC BY-NC-SA), yang berarti Jurnal KENOSIS tidak memiliki tujuan komersial, berhak menyimpan, mengalih media/format-kan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database), merawat, dan mempublikasikan artikel tanpa meminta izin dari Penulis selama tetap mencantumkan nama Penulis sebagai pemilik Hak Cipta.
- Naskah yang diterbitkan/dipublikasikan secara cetak dan elektronik bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Selain tujuan tersebut, dewan redaksi tidak bertanggung jawab atas pelanggaran terhadap hukum hak cipta.