EM SO DALAM RITUS TOW POK MBU SUKU ASMAT (Suatu kajian Etnomusikologi)
DOI:
https://doi.org/10.37196/kenosis.v2i1.34Kata Kunci:
Musik tifa (Em so), Tradisi Ritual (Tow Pok Mbu), AsmatAbstrak
Suku Asmat adalah salah satu suku yang terkenal dan terbesar di Papua. Selain terkenal melalui ukiran kayu tradisional yang sangat khas, Asmat juga terkenal melalui berbagai ritual adat yang dilakukan. Salah satunya yaitu Ritual Pesta Ulat Sagu (Tow Pok Mbu) yang didalamnya dilakukan tiga hal penting yaitu menyanyi, menari dan makan bersama.Ritual ini dilakukan karena orang Asmat punya pandangan tersendiri tentang pohon sagu sebagai simbol seorang ibu yang memberi yang terbaik bagi anggota keluarganya.Tujuan dilaksanakannya ritus ini yaitu sebagai bentuk penghayatan, bagaimana kehidupan mereka dibangun dan terus berlangsung dalam hubungannya dengan Tuhan, sesama dan alam. Dalam ritual ini, nyanyian musik tifa(Em so) memberikan nuansa tersendiri yang mengkisahkan tentang kekaguman terhadap ciptaan Tuhan, rasa syukur dan memohon penjagaan serta hidup saling berdamai dan berbagi. Em so sebagai sarana ungkapan perasaan dan puji-pujian mereka kepada Sang Ilahi melalui Fumeripits (Leluhur) serta menegaskan, pentingnya hidup bersama sebagai satu persekutuan.
Unduhan
Referensi
Alan P. Merriam, 1964.The Anthropologyof Music (Chicago North: Western UniversityPress.
Blacking John, 1974.How Musicalis Man? (Seattle andLondon: University of Washington Press.
Bruner Edward M. dan Turner Victor, ed, 1986.The Anthropology of Experience. Urbana and Chicago: University of Illinois Press
Cassirer Ernst,1987. Manusia dan kebudayaan, Jakarta: PT. Gramedia.
Eliade Mircea, 2002. Mitos tentang gerak kembali yang abadi atau kosmos dalam sejarah, (Ikon Teralitera; cet. 1).
Geertz,C. 1992. TafsirKebudayaan (RefleksiBudaya),Yogyakarta: Kanisius.
Koentjaraningrat,1985.Beberapa Pokok Antropologi Sosial,Jakarta:Dian Rakyat.
Pals Daniel L., 2003.Dekonstruksi Kebenaran, Yogyakarta : IRCiSoD.
Ram shaw Elaine, 1987. Ritual And Pastoral Care, Philadelphia : Fortress Press.
SutrisnoMuji dan Putranto Hendar, 2004. Teori-teori Kebudayaan, Yogyakarta : Kanisius.
TurnerVictor,1986.The Anthropology of Experience.Urbanaand Chicago: Universy
VerlagB. Kuhlen, 2002. Asmat, Mencerap Kehidupan dalam Seni. Jerman : Druckhaus Cramer.
Artikel:
Mauli Purba; Empat Komponen Kebudayaan Musikal Yang Perlu Dipahami Dalam Rangka Pengembangan Musik paduan Suara Etnis.
Unduhan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Penulis yang naskahnya diterbitkan menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Hak publikasi atas semua materi naskah jurnal yang diterbitkan/dipublikasikan dalam situs E-Journal KENOSIS ini dipegang oleh dewan redaksi dengan sepengetahuan penulis (hak moral tetap milik penulis naskah).
- Ketentuan legal formal untuk akses artikel digital jurnal elektronik ini tunduk pada ketentuan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike (CC BY-NC-SA), yang berarti Jurnal KENOSIS tidak memiliki tujuan komersial, berhak menyimpan, mengalih media/format-kan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database), merawat, dan mempublikasikan artikel tanpa meminta izin dari Penulis selama tetap mencantumkan nama Penulis sebagai pemilik Hak Cipta.
- Naskah yang diterbitkan/dipublikasikan secara cetak dan elektronik bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Selain tujuan tersebut, dewan redaksi tidak bertanggung jawab atas pelanggaran terhadap hukum hak cipta.