Berteologi Kontekstual Dari Mitos Air Tukang Dengan Pendekatan Appreciative Inquiry
DOI:
https://doi.org/10.37196/kenosis.v5i2.77Kata Kunci:
Appreciative Inquiry, Teologi Kontekstual, Tradisi Lisan, Mitos Air Tukang, Keterampilan Pertukangan,Abstrak
Tulisan ini bertujuan untuk menawarkan suatu alternatif dalam berteologi kontekstual dengan memanfaatkan cerita lisan. Salah satu bentuk cerita lisan adalah Mitos. Bagi mereka yang memiliki mitos, mitos adalah cerita sakral yang berkaitan dengan asal usul mereka. Identitas mereka dibentuk oleh mitos tersebut. Mitos yang dikaji penulis adalah Mitos Air Tukang yang berkembang di Jemaat GPM Booi, Klasis Pulau Lease. Di dalam tulisan ini, penulis menggunakan pendekatan Appreciative Inquiry yang berfokus pada potensi jemaat. Pendekatan Appreciative Inqury sangat bertolak belakang dengan pendekatan SWOT. Pertanyaan Appreciative Inquiry bersifat positif sehingga informan dapat merancang masa depan mereka. Di dalam tulisan ini, informan membagikan cerita keberhasilan. Dari cerita keberhasilan tersebut ditemukan impian individu dan impian jemaat. Mimpi komunitas dirancang menjadi masa depan bersama sekaligus meningkatkan vitalitas jemaat.
Unduhan
Referensi
Banawiratma, J. B. Pemberdayaan Diri Jemaat Dan Teologi Praktis Melalui Appreciative Inquiry. Yogyakarta: Kanisius, 2014.
Bevans, Stephen. Model-Model Teologi Kontekstual. Terj. Maumere: Ledalero, 2002.
Daniel J, Adams. Teologi Lintas Budaya, Refleksi Barat Di Asia. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2002.
Darmawati, I. “Spiritualitas Penyembuhan (Healing Spirituality): Menggali Dan Melahirkan Spiritualitas Dari Perspektif Perempuan Asia.†In Perempuan Indonesia, Berteologi Feminis Dalam Konteks, (Yogyakarta: Pusat Studi Feminis, edited by Asnath Natar. Yogyakarta: Pusat Studi Feminis, 2004.
Dhavamony, M. Fenomenologi Agama. Yogyakarta: Kanisius, 1995.
Fiorenza, Elisabeth Schiissler. In Memory of Her: A Feminist Theological Reconstruction of Christian Origins. New York: Crossroad, 1983.
Fox, Matthew. Original Blessing. Santa Fe: Bear & Company, 1983.
Hary Susanto, P.S. “Memeluk Agama, Menemukan Kebebasan: Mircea Eliade Tentang Manusia Arkhais.†In Sesudah Filsafat: Esai-Esai Untuk Franz Magnis Suseno. Yogyakarta: Kanisius, 2006.
———. Mitos Menurut Pemikiran Mircea Eliade. Yogyakarta: Kanisius, 1987.
K. A. Kapahang Kaunang. Perempuan: Pemahaman Teologis Tentang Perempuan Dalam Konteks Budaya Minahasa. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1993.
Kwok, Pui-lan. Discovering The Bible in The Non Biblical World. Maryknoll: Orbis Books, 1995.
L. Cooperrider, David. Appreciative Inquiry Handbook for Leader of Change. Brunswick: Crown Custom Publishing, 2008.
Mircea Eliade. “Sacred History, Time and Intercommunication.†In Myth, Rites and Symbols, edited by Wendel C Beane and William G Doty. New York: Harper and Row Publishers, 1975.
Schreiter, Robert. Rancang Bangun Teologi Lokal. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2011.
Setio, Robert. “Hegemoni Barat Dan Nasib Kontekstualisasi Teologi Di Indonesia.†Gema Teologi 32, no. 1 (2008).
Wakano, Abidin. “Maluku Dan Keindahan Sejarahnya, Harmoni Kehidupan Masyarakat Maluku Yang Berbasis Kearifan Lokal.†In Menggali Sejarah Dan Kearifan Lokal Maluku, edited by Josep Antonius Ufi. Jakarta: Cahaya Pineleng, 2012.
Whitney, Diana, and Amanda Trosten-Bloom. The Power of Appreciative Inquiry-A Practical Guide to Positive Change. Oakland: Berrett-Koehler Publishers, 2010.
Yewangoe, A.A. “Sang Rekonsiliator.†In Kontekstualisasi Pemikiran Dogmatika Di Indonesia. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2004.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Penulis yang naskahnya diterbitkan menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Hak publikasi atas semua materi naskah jurnal yang diterbitkan/dipublikasikan dalam situs E-Journal KENOSIS ini dipegang oleh dewan redaksi dengan sepengetahuan penulis (hak moral tetap milik penulis naskah).
- Ketentuan legal formal untuk akses artikel digital jurnal elektronik ini tunduk pada ketentuan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike (CC BY-NC-SA), yang berarti Jurnal KENOSIS tidak memiliki tujuan komersial, berhak menyimpan, mengalih media/format-kan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database), merawat, dan mempublikasikan artikel tanpa meminta izin dari Penulis selama tetap mencantumkan nama Penulis sebagai pemilik Hak Cipta.
- Naskah yang diterbitkan/dipublikasikan secara cetak dan elektronik bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Selain tujuan tersebut, dewan redaksi tidak bertanggung jawab atas pelanggaran terhadap hukum hak cipta.