IMPLIKASI PANDANGAN KARL BARTH TENTANG ALKITAB SEBAGAI WAHYU ILAHI BAGI GEREJA KONTEMPORER

Authors

  • Abner Abner Institut Agama Kristen Negeri Toraja
  • Risal

DOI:

https://doi.org/10.37196/5kex7992

Abstract

Perkembangan zaman pada masa kini menjadi tantangan bagi eksistensi Alkitab sebagai  kitab suci orang Kristen. Tantangan tersebut berupa keraguan yang mendalam terhadap Alkitab sebagai kitab yang mengandung kebenaran. Karl Barth, seorang teolog Protestan terkemuka abad ke-20  menolak teologi liberal dan menegaskan pentingnya wahyu ilahi sebagai otoritas Kitab Suci. Adapun metode yang digunakan untuk meneliti adalah metode kualitatif melalui pendekatan studi pustaka. Temuan dari tulisan ini menunjukkan bahwa (1) Karl Barth menekankan bahwa wahyu ilahi yangutama  terwujud dalam Yesus Kristus, adalah pusat teologi. (2) Wahyu Ilahi hanya dapat dipahami melalui iman dan bimbingan Roh Kudus. (3) Alkitab merupakan saksi dari wahyu ilahi, meskipun bukan sebagai wahyu ilahi itu sendiri. Ketiga temuan ini menghidupkan kembali kepercayaan pada otoritas Alkitab dan menekankan pentingnya hubungan pribadi dengan Allah, sehingga mempengaruhi pembaruan pikiran teologis dalam berbagai aliran gereja dan denominasi untuk kembali menegaskan pentingnya Kitab Suci dalam gereja modern.

References

Published

2026-07-23

How to Cite

IMPLIKASI PANDANGAN KARL BARTH TENTANG ALKITAB SEBAGAI WAHYU ILAHI BAGI GEREJA KONTEMPORER. (2026). KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi, 12(1). https://doi.org/10.37196/5kex7992