GEREJA MENOLAK PERBUDAKAN
KAJIAN TEO-ETIKA TERHADAP PERAN SINODE GEREJA KRISTEN SUMBA DALAM MENOLAK PERBUDAKAN TERHADAP KAUM ATA DI SUMBA
DOI:
https://doi.org/10.37196/g0cngv91Keywords:
slavery, human right, the role of the GKS Synod, theo-ethicalAbstract
Slavery is an act or situation that makes someone a slave. This situation or practice can still be find Sumba Island, the act occured to be done by the maramba (noble class society) against the ata (slave/poor class society). The practice of slavery rises to injustice, oppression, violence and even human rights violations. This article aims to see the extent of the role of the Sumba Christian Church Synod (GKS) as an agent of liberation (change) in an effort to reject the practice of slavery carried out by the Maramba people against the Ata people in Sumba. By using qualitative methods and theo-ethical approaches from Gustavo Gutiereez and Richard Rorty, namely liberation theology and solidarity ethics, it was found that the role of the GKS Synod was not optimal in fighting for or rejecting slavery, so this practice still continues to occur in Sumba. Data collection techniques were carried out through observation and in-depth interviews. The conclusion of this research shows that the GKS Synod needs to play an active role in rejecting all practices of slavery in Sumba so as to create a just life, free from oppression, violence and human rights violations.
References
An-Na’im, (2002) Introduction, dalam A.A.An-Na’im (ed.), Cultural Transformation and Human Rights in Africa. London: Zed.
Bacon, Michael (2017) Rorty, Irony and the Consequences of Contingency for Liberal Society. Philosophy and Sosical Criticism, Vol. 43 (9), hlm. 953-965.
Blau, J., dan Moncada, A. (2007) Freedoms and Solidarities: In Pursuit of Human Rights. Lanham, MD: Rowman & Littlefield.
Graham, Gordon. (2015) Eight Theories of Ethics. London and New York: Routledge.
Hardiman, F. Budi. (2015) Hak-Hak Asasi Manusia Polemik dengan Agama dan Kebudayaan. Yogyakarta: Kanisius.
Ignatieff, M. (2001) Human Rights as Politics and Idolatry, ed. A. Gutmann. Princeton: Princeton University Press.
Jami, Dorkas & David Samiyono (2009) Maramba dan Ata. Salatiga: Fakultas Teologi UKSW.
Kapita, Oe. H. (1976) Sumba di Dalam Jangkauan Jaman. Jakarta: BPK GM.
Løgstrup K.E. (1987). Solidaritet og Kærlighed [Solidarity and Love]. Copenhagen: Gyldendal.
Peters, Rebecca Todd. (2014). Solidarity Ethics Book Subtitle: Transformation in a Globalized World. USA: Fortress Press.
Rorty, Richard (1989). Contigency, Irony and Solidarity. Cambridge: Cambridge University Press.
Saadawi, Nawal El (2022) Melawan Sistem Perbudakan. Yogyakarta: IRCiSoD
_______________, (2011) Perempuan Dalam Budaya Patriarki. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Suseno, Franz Magnis. (2004) 12 Tokoh Etika Abad ke-20. Yogyakarta: Kanisius.
Saadawi, Nawal El
Tindage, Ruddy & Rainy MP H. (2012) Gereja dan Penegakan HAM. Yogyakarta: Kanisius.
. (2022) Melawan Sistem Perbudakan. Yogyakarta: Ircisod.
Tindage, Ruddy & Rainy MP Hutabarat (2012). Gereja dan Penegakan HAM. Yogyakarta: Kanisius.
Turner, Bryan S. (2012) Teori Sosial Dari Klasik Sampai Postmodern. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Wellem, F.D. (2004) Injil dan Marapu. Jakarta: BPK GM.
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang naskahnya diterbitkan menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Hak publikasi atas semua materi naskah jurnal yang diterbitkan/dipublikasikan dalam situs E-Journal KENOSIS ini dipegang oleh dewan redaksi dengan sepengetahuan penulis (hak moral tetap milik penulis naskah).
- Ketentuan legal formal untuk akses artikel digital jurnal elektronik ini tunduk pada ketentuan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike (CC BY-NC-SA), yang berarti Jurnal KENOSIS tidak memiliki tujuan komersial, berhak menyimpan, mengalih media/format-kan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database), merawat, dan mempublikasikan artikel tanpa meminta izin dari Penulis selama tetap mencantumkan nama Penulis sebagai pemilik Hak Cipta.
- Naskah yang diterbitkan/dipublikasikan secara cetak dan elektronik bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Selain tujuan tersebut, dewan redaksi tidak bertanggung jawab atas pelanggaran terhadap hukum hak cipta.











