HANCUR DALAM CINTA: TELAAH PSIKOLOGI DAN TEOLOGI TERHADAP FENOMENA “TOXIC RELATIONSHIP”

Authors

  • Malitsa Giovanna Tahitu IAKN Ambon

DOI:

https://doi.org/10.37196/94dmg468

Abstract

Hubungan yang seharusnya menjadi ruang bertumbuh dan saling meneguhkan, dalam banyak kasus justru berubah menjadi ruang yang menyakiti dan merusak. Fenomena ini dikenal secara populer maupun akademik dengan istilah toxic relationship, yaitu pola relasi interpersonal baik dalam konteks pacaran, pernikahan, persahabatan, maupun keluarga yang ditandai oleh dominasi, manipulasi, kekerasan emosional, dan ketidakseimbangan kuasa yang berdampak destruktif bagi kesehatan psikologis korban. Artikel ini bertujuan menelaah fenomena toxic relationship melalui dua lensa yang saling melengkapi, yaitu psikologi dan teologi Kristen, guna memperoleh pemahaman yang utuh tentang akar persoalan, dampak, serta jalan pemulihannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), yang menganalisis literatur psikologi relasi dan kekerasan dalam berpacaran, serta teks-teks Alkitab dan kajian teologi Kristen tentang kasih, imago Dei, dan pemulihan. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara psikologis, toxic relationship erat berkaitan dengan pola keterikatan yang tidak aman (insecure attachment), disonansi kognitif, rendahnya harga diri, serta siklus kekerasan yang membuat korban sulit melepaskan diri. Secara teologis, toxic relationship bertentangan dengan hakikat manusia sebagai gambar dan rupa Allah (imago Dei) serta dengan konsep kasih agape sebagaimana diajarkan dalam 1 Korintus 13 dan 1 Yohanes 4, yang menempatkan kasih sejati sebagai sesuatu yang sabar, murah hati, tidak mencari keuntungan diri sendiri, dan tidak menyimpan kesalahan. Artikel ini menyimpulkan bahwa pendekatan integratif antara psikologi dan teologi yang memadukan pemulihan kognitif-emosional dengan pendampingan pastoral dan komunitas gerejawi merupakan jalan yang paling holistik bagi korban toxic relationship untuk mengalami pemulihan dan pertumbuhan pasca-trauma (post-traumatic growth).

References

Published

2026-06-12

How to Cite

HANCUR DALAM CINTA: TELAAH PSIKOLOGI DAN TEOLOGI TERHADAP FENOMENA “TOXIC RELATIONSHIP”. (2026). KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi, 12(1). https://doi.org/10.37196/94dmg468