MUSIK DAN TARIAN KONTEMPORER DALAM RITUAL IBADAH GEREJAWI (Analisis Literer Mazmur 150)
DOI:
https://doi.org/10.37196/kenosis.v4i1.48Keywords:
Haleluyah, Musik, TarianAbstract
Tulisan ini dilatarbelakangi oleh perbedaan pendapat di antara denominasi gereja mengenai jenis alat musik apa yang boleh dan yang tidak boleh digunakan, serta aliran musik apa yang boleh dan yang tidak boleh dimainkan dalam ritual ibadah gerejawi. Kitab Mazmur 150 mengemukakan berbagai aspek mengenai memuji TUHAN termasuk penggunaan berbagai alat musik, itulah sebabnya penelitian ini dilakukan dengan pendekatan analisis literer meliputi analisis leksikal dan gramatikal terhadap Mazmur 150 dengan tujuan memberikan argumentasi biblis tentang berbagai aspek dalam memuji TUHAN yang terdiri atas; Arti memuji TUHAN, tempat memuji TUHAN, alasan memuji TUHAN, cara memuji TUHAN, serta para pemuji. Hasil analisis terhadap teks Mazmur 150 kemudian didialogkan dengan ritual ibadah gerejawi saat ini. Hasil analisis mengungkapkan beberapa hal yaitu; Pertama, kata Ibrani halelûyÄh (pujilah TUHAN) adalah suatu tindakan yang kontinu, melampaui batasan kebiasaan, bersifat pribadi, serta merupakan ekspresi spontanitas dan kegembiraan jemaat. Memuji TUHAN seperti ini dimungkinkan apabila dilakukan dalam bentuk ritual ibadah gereja yang menggunakan musik dan tarian kontemporer. Kedua, tempat memuji TUHAN adalah gereja tetapi juga suatu tempat di mana saja. Hal ini berarti musik dan tarian adalah sesuatu yang “netral†untuk digunakan dalam ritual ibadah gerejawi maupun digunakan di luar gereja. Ketiga, alasan kenapa seseorang memuji Tuhan adalah sebagai bentuk ucapan syukur atas karya penyelamatan dan pemeliharaan TUHAN. Hal ini menekankan perbedaan mendasar antara penyanyi lagu rohani Kristen dengan pemuji TUHAN. Keempat, cara memuji TUHAN adalah dengan aktifitas menyanyi diiringi permainan seperangkat set alat musik modern (band), disertai dengan tari-tarian. Kelima, Para pemuji adalah pribadi-pribadi dengan seluruh eksistensinya tetapi juga semua orang dalam satu komunitas (jemaat). Sifatnya sebagai hubungan pribadi menjadikan musik dan tarian kontemporer jika digunakan dalam ritual ibadah gerejawi maka ibadah tersebut akan lebih ekspresif dan dinamis serta memberikan ruang bagi jemaat untuk lebih intim dengan TUHAN.
Downloads
References
Arnold, Bill T, and John C. Choi. 2003. A Guide to Biblical Hebrew Syntax. Cambridge: Cambridge University Press.
Barth, Marie Claire, and B.A. Pareira. 1997. Tafsir Alkitab. Kitab Mazmur 73-150. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia.
Coppes, Leonard J. hÄlal, dalam R.Laird Harris, Archer and Watke (ed). 1996.Theological Wordbook of The Old Testament, Volume 1. Chicago: Moody Press.
Delizsch, Franz. 1892. Biblical Commentary, The Psalms. Edinburg: T & T Clark.
Fisher, Milton C. neÅ¡Ämâ dalam R.Laird Harris, Archer and Watke (ed). 1992. Theological Wordbook of The Old Testament, Volume 2. Chicago: Moody Press.
Gerstenberger, Erhard S. 2001. Psalms Part 2 and Lamentations. Edited by and Marvin A. Sweeney Rolf P. Knierim, Gene M. Tucker. Michigan/Cambridge: Wm. Î’. Eerdmans Publishing Co.
Keel, Othmar. 1997. The Symbolism of The Biblical World, Ancient Near Eastern Iconography and the Bookof Psalms. Winona Lake, Indiana: Eisenbrauns.
Kidner, Derek. 1975. Psalms 73-150, A Commentary on The Books III-IV of The Psalms. Leicester: Intervarsity Press.
Owens, John Joseph. 1995. Analitical Key To The Old Testament, Vol.3 Ezra-Song of Solomon. Michigan: Baker Book House.
Tumanan, Yohanis Luni. April 2015. Ibadah Kontemporer: Sebuah Analisis Reflektif terhadap Hadirnya Budaya Populer dalam Gereja Masa Kini. JURNAL JAFFRAY, Vol. 13. No.1.
Waltner, James H. 2006. Believers Church Bible Commentary : Psalms. Edited by Elmer A. Martens and Willard M. Swartley. Pennsylvania, Ontario: Herald Press
Weaver, John A. 2005. Popular Culture Primer. New York, Washington, D.C, Berlin, Brussels, Vienna, Oxford: Peter Lang.
Williams, Ronald J. 1984. Hebrew Syntax an Outline. London: University of Toronto Press
Downloads
Issue
Section
License
Penulis yang naskahnya diterbitkan menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Hak publikasi atas semua materi naskah jurnal yang diterbitkan/dipublikasikan dalam situs E-Journal KENOSIS ini dipegang oleh dewan redaksi dengan sepengetahuan penulis (hak moral tetap milik penulis naskah).
- Ketentuan legal formal untuk akses artikel digital jurnal elektronik ini tunduk pada ketentuan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike (CC BY-NC-SA), yang berarti Jurnal KENOSIS tidak memiliki tujuan komersial, berhak menyimpan, mengalih media/format-kan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database), merawat, dan mempublikasikan artikel tanpa meminta izin dari Penulis selama tetap mencantumkan nama Penulis sebagai pemilik Hak Cipta.
- Naskah yang diterbitkan/dipublikasikan secara cetak dan elektronik bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Selain tujuan tersebut, dewan redaksi tidak bertanggung jawab atas pelanggaran terhadap hukum hak cipta.