MENJEMBATANI KESENJANGAN ANTARA BARAT DAN TIMUR
DOI:
https://doi.org/10.37196/kenosis.v4i2.64Keywords:
Hermeneutik, Postkolonial, Budaya LocalAbstract
Artikel ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa kesenjangan yang selama ini tercipta antara Barat dan Timur dalam hal menginterpertasi teks kitab suci dapat terjembatani. Jika dalam waktu yang cukup lama, kiblat berteologi termasuk di dalamnya upaya untuk membaca teks Alkitab diarahkan ke dunia Barat karena dianggap lebih teologis dan lebih baik, maka kini kiblatnya telah berubah. Hermeneutik poskolonial dapat menjembatani kesenjangan itu dengan memberi ruang bagi para pembaca di dunia Timur termsuk di Maluku untuk menghasilkan hasil bacaan (interpertasi) terhadap teks Alkitab. Hermeneutik poskolonial menawarkan cara baru agar pertama-tama hegemoni Barat terhadap Timur dapat dihilangkan namun tidak berarti bahwa dengan ruang kebebasan yang diberikan lalu kembali tercipta kolonialisasi yang baru. Bangkitnya kultur lokal tidak berarti menimbulkan sikap anti-kolonial. Ide poskolonial ini sekaligus dapat dipakai untuk melihat dan mengkritisi kultur lokal maupun kultur kolonial.
Downloads
References
Abednego, B.A., ed. Seputar Teologi Operatif. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1994.
Ania Lommba. Colonialism/Postcolonialism. New York: Routledge, 2000.
Bartels, Dieter. “Guarding the Invisible Mountain: Intervillage Alliances, Religious Syncretism and Ethnic Identity among Ambonese Christians and Moslems in the Moluccas,†1987.
End, Van den. Ragi Carita 1. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2013.
Geertz, Clifford, dan Robert Darnton. The Interpretation of Cultures. New York: Basic Books, 2017. http://rbdigital.rbdigital.com.
Jebadu, Alex. Bukan berhala!: penghormatan kepada leluhur. Penerbit Ledalero, 2009.
Keller, Catherine. Postcolonial Theologies: Divinity and Empire. Saint Louis: Chalice Press-Christian Board, 2014. http://qut.eblib.com.au/patron/FullRecord.aspx?p=3119522. Kwok, Pui-lan. Postcolonial Imagination and Feminist Theology, 2005.
“‘My God’, she said, ‘ships make me so crazy.’ : reflections on empirical hermeneutics, interculturality, and Holy Scripture (Book, 2008) [WorldCat.org].†Diakses 21 Januari 2019. https://www.worldcat.org/title/my-god-she-said-ships-make-me-so-crazy-reflections-on-empirical-hermeneutics-interculturality-and-holy-scripture/oclc/254892270&referer=brief_results.
“Postcolonial reconfigurations : an alternative way of reading the Bible and doing theology (Book, 2003) [WorldCat.org].†Diakses 21 Januari 2019. https://www.worldcat.org/title/postcolonial-reconfigurations-an-alternative-way-of-reading-the-bible-and-doing-theology/oclc/783193007&referer=brief_results.
Saimima, Johan Robert. “Autonome Moluksche Kerk Versus Indische Kerk: Perjuangan Mendapatkan Otonomi Gereja Maluku, 1931-1933 Kontribusi Bagi Nasionalisme Indonesia.†Universitas Gadjah Mada, 2011.
Setio, Robert, Wahju S. Wibowo, dan Paulus S. Widjaja. Teks dan Konteks yang Tiada Bertepi. Pustaka Muria, 2012.
Sugirtharajah, Rasiah S. Asian Biblical Hermeneutics and Postcolonialism: Contesting the Interpretations. Sheffield: DAcad. Press, 1998.
“The Bible and the Third World : precolonial, colonial and postcolonial encounters (Book, 2001) [WorldCat.org].†Diakses 21 Januari 2019. https://www.worldcat.org/title/bible-and-the-third-world-precolonial-colonial-and-postcolonial-encounters/oclc/924703024&referer=brief_results.
“Theology after Ricoeur : new directions in hermeneutical theology (Book, 2001) [WorldCat.org].†Diakses 21 Januari 2019. https://www.worldcat.org/title/theology-after-ricoeur-new-directions-in-hermeneutical-theology/oclc/45909119&referer=brief_results.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Penulis yang naskahnya diterbitkan menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Hak publikasi atas semua materi naskah jurnal yang diterbitkan/dipublikasikan dalam situs E-Journal KENOSIS ini dipegang oleh dewan redaksi dengan sepengetahuan penulis (hak moral tetap milik penulis naskah).
- Ketentuan legal formal untuk akses artikel digital jurnal elektronik ini tunduk pada ketentuan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike (CC BY-NC-SA), yang berarti Jurnal KENOSIS tidak memiliki tujuan komersial, berhak menyimpan, mengalih media/format-kan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database), merawat, dan mempublikasikan artikel tanpa meminta izin dari Penulis selama tetap mencantumkan nama Penulis sebagai pemilik Hak Cipta.
- Naskah yang diterbitkan/dipublikasikan secara cetak dan elektronik bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Selain tujuan tersebut, dewan redaksi tidak bertanggung jawab atas pelanggaran terhadap hukum hak cipta.