“Nanaku†(Suatu Perspektif Teologi Tentang Kepercayaan Terhadap Burung â€Manuhoso†Di Negeri Latuhalat dan Implikasinya)

Authors

  • Juliana Tuhumury Institut Agama Kristen Negeri Ambon

DOI:

https://doi.org/10.37196/kenosis.v5i2.72

Keywords:

Kepercayaan (Nanaku), Perspektif Teologi, Simbol

Abstract

Salah satu bentuk kepercayaan masyarakat, yang hingga kini masih tetap dipertahankan oleh masyarakat Negeri Latuhalat, yang dianggap memiliki makna khusus bagi peristiwa yang sering dan berulang kali terjadi dalam kehidupan masyarakat disebut dengan nama “Nanaku†yang ditandai dengan kicauan Burung Manuhoso. Menurut masyarakat Negeri Latuhalat, burung Manuhoso dipercaya sebagai pembawa warta atau informasi terhadap peristiwa aib kehamilan di luar nikah atau hamil sebelum menikah dan peristiwa yang berhubungan dengan kematian seorang manusia. Implikasi Teologiya adalah  Konsep keutuhan ciptaan, manusia pada dasarnya diciptakan oleh Allah dalam hubungan yang erat dengan alam. Dengan kata lain manusia diberi mandat untuk menjaga, mengelola alam dan memanfaatkan alam dengan baik agar alam tidak rusak dan dapat bertahan hingga anak cucu kita nanti, di samping itu alam juga dapat dipergunakan manusia untuk menandai fenomena yang akan terjadinya, seperti  jika pada suatu waktu semut rangrang meninggalkan tempatnya dan pergi mencari tempat yang lebih tinggi, maka itu pertanda akan ada hujan. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode penelitian kualitatif, dengan lokasi penelitian di Negeri Latuhalat.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

  • Juliana Tuhumury, Institut Agama Kristen Negeri Ambon
    Dosen Pastoral Pastoral Konseling

References

Cassirer Ernst. An Essay on Man. London : Yale University Press, 1944 . diterjemahkan oleh A.A Nugroho dalam Judul. Manusia dan Kebudayaan : Sebuah Esei tentang Manusia. Jakarta : Gramedia, 1987

Clifford Geertz, Kebudayaan & Agama, Penerbit Kanisius, 1992.

Creswell, J.W. (2002). Research Design : Qualitative and Quantitative Approach, (Angkatan III & IV KIK-UI, Penerjemahan). Jakarta: KIK Press.

Huxley, A. L. The Perennial Philosophy, London, 1958.

Indriyo Gitosudarmo, Perilaku Pengorganisasin, Edisi Pertama BPPE Yogyakarta, 1997.

Judo Poerwowidagdo, Mengkomunikasikan Injil Melalui Lembaga-Lembaga Dan Citra-Citra Indfonesia Dahulu Dan Sekarang.Dalam berteologi Lewat Lembaga-Lembaga Dan Citra-Citra Rakrat, Jakarta Buletin Persetia, 1992

Jongeneel, J. A. B. Misteri Kepercayaan Dan Ilmu Pengetahuan, Penerbit: BPK Gunung Mulia, Jakarta, 1986.

Lexy J. Moleong, M.A., Metodologi Penelitian Kualitatif, Penerbit PT Remaja Rosdakarya, Cetakan ke-11, Bandung, 2000.

Mircea Eliade, Patterns In Comparative Religion, London dan New York : Sheed and Ward, 1958

Neuman W. Laurence., Social Research Methods, Qualitative and Quantitative Approaches, Boston, London, Toronto, etc, Allyn and Bacon, 2000,

Nottingham Elizabeth K., Agama dan Masyarakat, Suatu Pengantar Sosiologi Agama, PT. RajaGrafindo Persada, Jakarta, 2002.

Ong Heat – Tatt, Simbolisme Hewan Cina, Penerbit Kesaint Blanc, Jakarta, 1995.

Plano, Rings, dan Robin, The Dictionary of political Analysis, terjemahan Siregar, Rajawali, Jakarta, 1982.

Perda Nomor 3 tahun 2008 Bab I, Pasal I ayat 12

Rahmat Subagya, Kepercayaan, Kebatinan, Kerohanian, Kejiwaan dan Agama, Penerbit Kanisius, Yogyakarta, 1995.

Robert Scheiter, Rancang Bangun Teologi Lokal, Jakarta : Gunung Mulia

Sarlito Wirawan Sarwono, Pengantar Umum Psikologi, Penerbit Bulan Bintang, Jakarta, 1976.

Singgih. Emanuel Gerrit, Berteologi Dalam Konteks, Yogyakarta : Gunung Mulia, 2000.

Sondang P. Siagian, Teori dan Praktek Kepemimpinan, Rineka Cipta, Jakarta, 1994.

Downloads

Published

2020-01-28

How to Cite

“Nanaku” (Suatu Perspektif Teologi Tentang Kepercayaan Terhadap Burung ”Manuhoso” Di Negeri Latuhalat dan Implikasinya). (2020). KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi, 5(2), 178-204. https://doi.org/10.37196/kenosis.v5i2.72