Ketika Semua yang Hidup adalah Saudara: Gagasan Spiritualitas Ekologi Transformatif pada Masyarakat Adat Samin-Sedulur Sikep dalam menghadapi Krisis Lingkungan di Pegunungan Kendeng
DOI:
https://doi.org/10.37196/kenosis.v10i1.909Keywords:
Etika Lingkungan, Sedulur sikep, Ekofeminis, Paradigma masyaraikat adatAbstract
Alam adalah rumah bersama bagi seluruh makhluk hidup, karena itu maka kelestariannya harus dijaga agar memberikan kualitas hidup yang baik bagi seluruh makhluk hidup yang tinggal di dalamnya. Untuk mewujudkan keharmonisan antar makhluk hidup sebagai penghuni alam, maka gagasan etika lingkungan dapat menjadi alat untuk mempromosikan kelestarian ekosistem lingkungan hidup di planet Bumi. Artikel ini memiliki tujuan untuk mengeksplorasi gagasan spiritualitas ekologi transformatif pada masyarakat adat samin-sedulur sikep, dan menganalisa keterhubungan masyarakat adat samin-sedulur sikep sebagai human dengan alam yang menempatkan entitas diluar manusia sebagai sedulur (saudara). Dalam mendiskusikan spiritualitas ekologi yang transformatif, artikel ini menggunakan pendekatan ekofeminis dan paradigma masyarakat adat. Telaah ini menunjukan bahwa masyarakat adat samin-sedulur sikep menempatkan alam dalam relasi inter-subjektif, sehingga memiliki peluang untuk dikonstruksi dalam sebuah diskursus etika lingkungan yang transformatif agar dapat menciptakan perdamaian ekologis demi keutuhan ciptaan. Dengan demikian, gagasan paradigmatik pada epistemologis modern yang menempatkan manusia sebagai antroposentris dan alam sebagai objek, dapat digeser dengan paradigma epistemologi pengetahuan lokal masyarakat adat.Downloads
References
Birkeland, Janis. Ecofeminism: Linking Theory and Practice. Dalam Ecofeminism: Women, Animals, Nature. (Philadelphia: Temple University Press, 1993)
Budi Purnama, Aloys. Toward an Interreligious Ecotheological Leadership Paradigm to Overcome the ecological Crisis. (Journal of Asian Orientation in Theology, Vol. 02. No. 01, February 2020)
Candra Ningrum, Dewi. The Spiritual Politics of the Kendeng Mountains verses the Global cement Industry. (Routledge: The After Death of Nature, 2018)
Gaard, Greta. Critical Ecofeminism (Lexington Books,2017)
Ina R. Hunga, Arianti. Ekofeminisme, Krisis Ekologis, dan Pembangunan Berkelanjutan. Dalam Ekofeminisme I: Tafsir Agama, Pendidikan, Ekonomi, dan Budaya. (Yogyakarta: Jalasutra, 2013)
Keraf, Sonny. Filsafat Lingkungan Hidup: Alam sebagai sebuah sistem kehidupan. (Yogyakarta: Kanisius, 2014)
McFarland Taylor, Sarah. Green Sisters: A Spiritual Ecology (Cambridge: Harvard University Press, 2007)
Merchant, Carolyn. The Death of Nature: Women, Ecology, and Scientific Revolution, (San Fransisco: Harper and Row, Publisher, 1980)
Ma’arif, Samsul. Indigenous Religion Paradigm: Re-Intepreting Religious of Indigenous People, (Collection of Philosophy and Thought Papers: Graduate School of Humanities and Social Sciences, University of Tsukuba, Department of Philosophy and Thought, 2019)
Ma’arif, Samsul. Kajian Kritis Agama Lokal (Progam Studi Agama dan Lintas Budaya, UGM, 2016)
Ma’arif, Samsul. Ammatoans Indigenous Religion and Forest Conservation, (Jurnal Brill Worldviews: Global religion, culture and ecology, 2015)
Nawiyanto dan Eko Crysendrayadi, The Saminist Movement of the Kendeng Mountains Complex of Java During the Ducth Colonial and Indonesia’s Reforms Eras, (Tawarikh; International Journal for Historical Studies, 8 April 2017)
Supratikno, Agus. dan Suwarto Adi, The Samin Community in the Globalization Era: Role the Religion of Adam in the Post-Cement Industry Advocacy, (International Journal of Art and Science: volume 4 issue 1, Januari-February 2021)
Shiva, Vandana. dan Maria Mies, Ecofeminism: Perspektif Gerakan Perempuan dan Lingkungan, (Yogyakarta: IRE Press, 2005)
Shiva,Vandana. Berdamai dengan Bumi: Kejahatan Korporasi dan Masa Depan Sumber Daya, Pangan, dan Tanah.,(Yogyakarta: Penerbit Independen, 2023)
Widyarsono, L. Gerekan Samin: Perlawanan Rakyat Tanpa Kekerasan, (Jurnal UNISIA No 36/XXI/IV?1998)
Downloads
Published
Issue
Section
License
Penulis yang naskahnya diterbitkan menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Hak publikasi atas semua materi naskah jurnal yang diterbitkan/dipublikasikan dalam situs E-Journal KENOSIS ini dipegang oleh dewan redaksi dengan sepengetahuan penulis (hak moral tetap milik penulis naskah).
- Ketentuan legal formal untuk akses artikel digital jurnal elektronik ini tunduk pada ketentuan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike (CC BY-NC-SA), yang berarti Jurnal KENOSIS tidak memiliki tujuan komersial, berhak menyimpan, mengalih media/format-kan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database), merawat, dan mempublikasikan artikel tanpa meminta izin dari Penulis selama tetap mencantumkan nama Penulis sebagai pemilik Hak Cipta.
- Naskah yang diterbitkan/dipublikasikan secara cetak dan elektronik bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Selain tujuan tersebut, dewan redaksi tidak bertanggung jawab atas pelanggaran terhadap hukum hak cipta.