Mitigasi Gereja Terhadap Politik Identitas di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.37196/kenosis.v10i1.804Kata Kunci:
Indonesia, Politik Identitas, Teologi Mitigasi Gereja, Kerajaan Allah, Model Relasi YesusAbstrak
Abstrak
Ancaman Politik Identitas telah menimbulkan perpecahan dan perseteruan selama ini di antara masyarakat Indonesia yang kaya dengan suku, agama, dan ras, termasuk konflik itu dibawa masuk ke dalam konteks bergereja. Artikel ini bertujuan untuk menawarkan alternatif melalui Teologi Mitigasi Gereja bagi anggota jemaat merespons tantangan Politik Identitas dalam konteks pra dan pasca Pemilu 2024 dan berlaku dalam keberlanjutan Pemilu di Indonesia. Artikel ini bersifat kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Temuan dalam artikel ini adalah pemerintahan Allah (teokrasi) yang terinternalisasi dalam kehidupan anggota jemaat memberdayakan mereka meminimalisir dan mengantisipasi tantangan Politik Identitas dengan berani menyatakan kebenaran, tidak berkompromi dengan segala bentuk kejahatan dan kekerasan dalam Politik Identitas, dan berani membangun relasi dengan setiap kelompok yang memiliki kepentingan tertentu sekaligus mempertahankan integritas sebagai anak Allah terhindar dalam politik atas nama agama, eksploitasi SARA, politik uang, dan berita hoaks.
Kata Kunci: Indonesia; Politik Identitas; Teologi Mitigasi Gereja; Kerajaan Allah; Model Relasi Yesus
Abstract
The threat of Identity Politics has created divisions and feuds among Indonesian society, which is rich in ethnicity, religion and race, including this conflict being brought into the context of the church. This article aims to offer an alternative through Church Mitigation Theology for congregation members to respond to the challenges of Identity Politics in the pre- and post-2024 Election context and applies to the continuation of the Election in Indonesia. This article is qualitative in nature with a literature study approach. The findings in this article are that God's government (theocracy) which is internalized in the lives of congregation members empowers them to minimize and anticipate the challenges of Identity Politics by having the courage to state the truth, not compromising with all forms of crime and violence in Identity Politics, and having the courage to build relationships with every group that has certain interests while maintaining integrity as a child of God to avoid politics in the name of religion, exploitation of SARA, money politics and hoax news.
Keywords: Indonesia; Identity Politics; Church Mitigation Theology; Kingdom of God; Model Jesus Relationship
Unduhan
Referensi
Al-Farisi, Leli Salman. “Politik Identitas: Ancaman terhadap Persatuan dan Kesatuan Bangsa dalam Negara Pancasila.” Jurnal Aspirasi 10, no. 2 (2018): 82–83, 84–85, 86–87, 89. https://aspirasi.unwir.ac.id/index.php/aspirasi/article/view/54.
Anjaya, Yonatan Alex Arifianto dan Carolina Etnasari. “Mengembangkan Misi Gereja dalam Bingkai Moderasi Beragama.” Thronos: Jurnal Teologi Kristen 3, no. 1 (2021): 5–6. https://ojs.bmptkki.org/index.php/thronos/article/view/27.
Berlian Helmy, Dwi Hartono, I Wayan Mertadana, Reda Wicaksono, I Putu Sastra Wingarta. “Pengaruh Politik Identitas terhadap Demokrasi di Indonesia.” Jurnal Lemhannas RI 9, no. 4 (2021): 123. http://jurnal.lemhannas.go.id/index.php/jkl/article/view/419.
Boiliu, Esti Regina. “Literasi Moderasi Beragama dalam Perspektif Pendidikan Agama Kristen.” PEADA: Jurnal Pendidikan Kristen 3, no. 2 (2022): 127. https://peada.iakn-toraja.ac.id/index.php/ojsdatapeada/article/view/69.
Daiman, Narsisius Atas dan Sarina. “Menjadi Saksi Kerajaan Allah di Tengah Pandemi Covid-19 dan Arus Digitalisasi.” SAPA: Jurnal Kateketik dan Pastoral 7, no. 2 (2022): 158–160. https://e-journal.stp-ipi.ac.id/index.php/sapa/article/view/359/177.
Haward, Ambrosius Setiadvento. “Kerajaan Allah sebagai Landasan bagi Relasi antara Gereja dan Dunia dalam Teologi Wolfhart Pannenberg.” Theologia in Loco 3, no. 2 (2021): 238, 224. https://www.theologiainloco.com/ojs/index.php/sttjournal/article/view/227.
Hulu, Elisua. “Misi Kerajaan Allah dan Implikasinya bagi Gereja Masa Kini.” Jurnal Missio Cristo 3, no. 2 (2021): 126, 129. https://e-journal.sttsgi.ac.id/index.php/jmc/article/view/19.
Ly, Thomas. “Kerajaan Allah dan Transformasi Sosial: Dialetika Kedatangan Kerajaan Allah dan Implikasi Masa Kini.” Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 8, no. 2 (2024): 760, 771, 775. https://e-journal.sttintheos.ac.id/index.php/dunamis/article/view/1051/441.
Pardomuan Munthe, Janhotner Saragih, Wasinthon Fernando Sianipar. “Politik Identitas: Suatu Tinjauan Etis Teologis terhadap Dinamika Politik Identitas dan Peran Gereja GKPI Sukarame Baru dalam Politik Identitas.” Jurnal Sabda Akademika 2, no. 2 (2022): 11. https://jurnal.sttabdisabda.ac.id/index.php/JSAK/article/view/87/89.
Ramadhan, Ardito. “Pemilu 2024 Diprediksi Masih Diwarnai Politik Identitas.” Kompas.com, 2022. https://nasional.kompas.com/read/2022/04/19/15243491/pemilu-2024-diprediksi-masih-diwarnai-politik-identitas.
Rano Baki, Janter. “A Response to the Plurality of Spirituality of Pietistic Prayer Fellowships and Gereja Masehi Injili di Timor : A Historical-Theological Study”. Theologia in Loco 5, no. 1 (2023): 41-44. https://doi.org/10.55935/thilo.v5i1.265
Rano Baki, Janter., Maria R. A. Pada, Yuda D. Hawu Haba, Endang Damaris Koli. “Analisis Historis Teologis terhadap Peran GMIT Galed Kelapa Lima bagi Moralitas Sosial di Kelurahan Kelapa Lima.” SCRIPTA: Jurnal Teologi & Pelayanan Kontekstual 15, no. 1 (2023): 79–80, 88-89. https://ejournal.stte.ac.id/index.php/scripta/article/view/181.
Rantung, Djoys Anneke. “Teologi Politik untuk Keadilan: Respons Teologis Gereja di Tengah Menguatnya Politik Identitas.” Jurnal Voice of Wesly 2, no. 1 (2018): 11. https://jurnalvow.sttwmi.ac.id/index.php/jvow/article/view/21.
Renhoard, John Musa. “Politik Identitas Era Orde Baru di Indonesia Memasuki Era Reformasi.” SOCIETAS DEI 6, no. 1 (2019): 121–122. https://media.neliti.com/media/publications/344796-politik-identitas-era-orde-baru-di-indon-67ecb06a.pdf.
Ristiono, Yosua Budi. “Perbandingan Gagasan Kerajaan Allah dalam Injil Sinoptik.” The Messengers: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 1, no. 2 (2020): 103. https://jurnalsttabdigusti.ac.id/index.php/Messengers/article/view/33.
Ruslan, Idrus. “Politik Identitas dan Tantangan Hubungan antar Agama di Indonesia.” Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama 12, no. 2 (2022): 218–219. http://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/alAdyan/article/view/14755.
Said, Ridwan Wijayanto. “Fenomena Politik Identitas dalam Pemilu di Indonesia.” CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia 3, no. 1 (2023): 45, 48, 49. https://journal.das-institute.com/index.php/citizen-journal/article/view/233/177.
Simanjuntak, Fereddy Siagian dan Fredy. “Menelisik Makna Metafora Kerajaan Allah dalam Kehidupan Gereja: Antara Utopia Atau Existensi.” Magnum Opus: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen 2, no. 2 (2021): 104–105. https://e-journal.sttikat.ac.id/index.php/magnumopus/article/view/93.
Sipahutar, Roy Charly. “Teokrasi dan Demokrasi (Komparasi Reflektif Teokrasi Israel Kitab Suci dengan Demokrasi Langsung di Indonesia.” Jurnal Ilmiah Tangkole Putai 15, no. 2 (2018): 87–90. https://jurnal.iaknambon.ac.id/index.php/TP/article/view/22.
Sucahyo, Nurhadi. “NU Dan Muhammadiyah Fokus pada Isu Praktik Politik Identitas di 2024.” Learning English, 2023. https://www.voaindonesia.com/a/nu-dan-muhammadiyah-fokus-pada-isu-praktik-politik-identitas-di-2024-/6933115.html.
Tampenawas, Alfons Renaldo. “Pandangan Eklesiologi Calvin mengenai Politik Praktis dalam Pelayanan Gereja.” Thronos: Jurnal Teologi Kristen 1, no. 2 (2020): 116–117, 124-125,. https://ojs.bmptkki.org/index.php/thronos/article/view/7.
Tari, Ezra. “Mengembangkan Moderasi Beragama di Kalangan Generasi Milenial melalui Perspektif Perjanjian Baru.” Kurios: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 8, no. 1 (2022): 117. https://www.sttpb.ac.id/e-journal/index.php/kurios/article/view/474.
Tjondro, Kuntjoro. “Kepemimpinan Kerajaan Allah Berdasarkan Ucapan Bahagia Ajaran Yesus Kristus Matius 5:3-12.” Sanctum Domine: Jurnal Teologi 8, no. 2 (2019): 69–70, 81–82. https://journal.sttni.ac.id/index.php/SDJT/article/view/51.
Un, Antonius Steven. “Pendasaran Teologis bagi Pemikiran Politik John Calvin.” Jurnal Verbum Christi 2, no. 1 (2015): 129–130. https://verbum.sttrii.ac.id/index.php/VC/article/view/23.
Widiyanto, Armin Sukri dan Mikha Agus. “Perwujudan Kebahagiaan dalam Relasi Interpersonal: Implementasi Etika Kerajaan Allah Berdasarkan Matius 5:3-9.” Kurios: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 8, no. 1 (2022): 181, 182–183, 184-185. https://www.sttpb.ac.id/e-journal/index.php/kurios/article/view/547/206.
Wijaya, Hengki. Tinjauan Biblika Tentang Etika Kerajaan Allah Berdasarkan Injil Matius 5:3-12 Dan Implementasinya Bagi Spiritualitas Gereja Masa Kini. Makassar: Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Repository, 2018. https://repository.sttjaffray.ac.id/publications/269004/tinjauan-biblika-tentang-etika-kerajaan-allah-berdasarkan-injil-matius-53-12-dan.
Zahrotunnimah. “Keniscayaan Politik Identitas dari Suatu Bangsa dan Agama.” Adalah: Buletin Hukum dan Keadilan 4, no. 2 (2020): 11. https://journal.uinjkt.ac.id/index.php/adalah/article/view/15529.
———. “Sejarah Politik Identitas dan Nasionalisme di Indonesia.” Adalah: Buletin Hukum dan Keadilan 2, no. 10b (2018): 94. https://journal.uinjkt.ac.id/index.php/adalah/article/view/9437.
Zaluchu, Sonny Eli. “Metode Penelitian di dalam Manuskrip Jurnal Ilmiah Keagamaan.” Jurnal Teologi Berita Hidup 3, no. 2 (2021): 256. https://e-journal.sttberitahidup.ac.id/index.php/jbh/article/view/93/88.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Penulis yang naskahnya diterbitkan menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Hak publikasi atas semua materi naskah jurnal yang diterbitkan/dipublikasikan dalam situs E-Journal KENOSIS ini dipegang oleh dewan redaksi dengan sepengetahuan penulis (hak moral tetap milik penulis naskah).
- Ketentuan legal formal untuk akses artikel digital jurnal elektronik ini tunduk pada ketentuan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike (CC BY-NC-SA), yang berarti Jurnal KENOSIS tidak memiliki tujuan komersial, berhak menyimpan, mengalih media/format-kan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database), merawat, dan mempublikasikan artikel tanpa meminta izin dari Penulis selama tetap mencantumkan nama Penulis sebagai pemilik Hak Cipta.
- Naskah yang diterbitkan/dipublikasikan secara cetak dan elektronik bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Selain tujuan tersebut, dewan redaksi tidak bertanggung jawab atas pelanggaran terhadap hukum hak cipta.