WAHYU IHALI MENURUT KARL BARTH DAN IMPLIKASINYA BAGI GEREJA MODERN DALAM MENGHADAPI KERAGUAN TERHADAP ALKITAB
DOI:
https://doi.org/10.37196/5kex7992Abstrak
Alkitab adalah kitab suci orang Kristen yang terus menghadapi berbagai tantangan dengan perkembangan zaman. Tantangan tersebut berupa keraguan yang mendalam terhadap Alkitab, Karl Barth, seorang teolog Protestan terkemuka abad ke-20, menolak teologi liberal dan menegaskan pentingnya wahyu ilahi dan otoritas Kitab Suci. Adapun metode yang digunakan untuk meneliti adalah metode kualitatif melalui studi pustakah, hasilnya menunjukkan Karl Barth menekankan bahwa wahyu ilahi, terutama terwujud dalam Yesus Kristus, adalah pusat teologi dan hanya dapat dipahami melalui iman dan bimbingan Roh Kudus. Barth memandang Alkitab sebagai saksi dari wahyu ilahi, meskipun bukan sebagai wahyu itu sendiri. Pemikirannya menghidupkan kembali kepercayaan pada otoritas Alkitab dan menekankan pentingnya hubungan pribadi dengan Allah. Dampak dari teologi Barth mencakup pembaruan pemikiran teologis dalam berbagai aliran gereja dan denominasi serta menekankan kembali pentingnya Kitab Suci dalam gereja modern.Referensi
Diterbitkan
2026-07-23
Terbitan
Bagian
Articles
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang naskahnya diterbitkan menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Hak publikasi atas semua materi naskah jurnal yang diterbitkan/dipublikasikan dalam situs E-Journal KENOSIS ini dipegang oleh dewan redaksi dengan sepengetahuan penulis (hak moral tetap milik penulis naskah).
- Ketentuan legal formal untuk akses artikel digital jurnal elektronik ini tunduk pada ketentuan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike (CC BY-NC-SA), yang berarti Jurnal KENOSIS tidak memiliki tujuan komersial, berhak menyimpan, mengalih media/format-kan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database), merawat, dan mempublikasikan artikel tanpa meminta izin dari Penulis selama tetap mencantumkan nama Penulis sebagai pemilik Hak Cipta.
- Naskah yang diterbitkan/dipublikasikan secara cetak dan elektronik bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Selain tujuan tersebut, dewan redaksi tidak bertanggung jawab atas pelanggaran terhadap hukum hak cipta.
Cara Mengutip
WAHYU IHALI MENURUT KARL BARTH DAN IMPLIKASINYA BAGI GEREJA MODERN DALAM MENGHADAPI KERAGUAN TERHADAP ALKITAB. (2026). KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi, 12(1). https://doi.org/10.37196/5kex7992











