ALLAH DAN ALAM
DOI:
https://doi.org/10.37196/kenosis.v1i2.28Kata Kunci:
Allah, Manusia, AlamAbstrak
Dalam narasi Kitab Suci, manusia diciptakan setelah semua benda dan makhluk diciptakan terlebih dahulu oleh Allah.Dengan demikian manusia sebenarnya makhluk ciptaan yang bungsu.Dan memang, selanjutnya manusia bisa hidup dengan baik berkat adanya ciptaan-ciptaan sebelumnya, sebutlah beberapa di antaranya, seperti bumi, benda-benda langit, segala macam tumbuhan, maupun segala macam hewan. Tanpa mereka, manusia tak akan bisa bertahan hidup. Artinya, manusia bisa hidup karena ciptaaan yang ada terlebih dahulu.Dan sampai sekarang manusia hanya bisa hidup karena ciptaan-ciptaan tersebut. Namun seiring perkembangan, sadar tak sadar manusia menjadi perusak alam ciptaan itu sendiri.Jika dahulu pada masa meramu, manusia hanya berburu makanan seperlunya, maka perkembangan selanjutnya manusia berusaha mengeksploitasi alam ini secara rakus.Manusia menganggap dirinya sebagai pusat alam semesta ini (anthroposentrisme).Maka segala orientasi ciptaan dianggap hanya untuk manusia dengan mengabaikan aspek kelestarian alam itu sendiri.Manusia lupa bahwa dirinya bisa berada karena bergantung pada alam semesta.Manusia mungkin juga lupa bahwa Allah pencipta alam semesta menyediakan ciptaan yang telah dipandangNya baik bagi manusia guna kelangsungan hidupnya. Manusia lupa bahwa dengan merusak alam sesungguhnya manusia sementara dan terus merusak eksistensi Allah yang termanifestasi pada kehadiran Alam, manusia lupa bahwa ketidakpeduliannya kepada alam adalah ketidakpeduliannya kepada Allah, manusia bertanggungjawab sepenuhnya kepada Allah pencipta yang memberikan mandat memelihara dan mengelola alam kepada manusia.
Tulisan ini memaparkan konsep Allah dan Alam yang berupaya membangun kesadaran manusia khususnya kekristenan dalam tanggungjawab menjaga dan mengelola alam sesuai ajaran imannya.
Unduhan
Referensi
Awi Tristanto Lukas, 2015. Panggilan Melestarikan Alam Ciptaan.Yogyakarta: Kanisius.
Borrong Robert, 2000. Etika Bumi Baru. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Chang William, 1989. Moral Lingkungan Hidup.Yogyakarta: Kanisius.
Drummond Deane Celia. 2001.Teologi Ekologi, Buku Pegangan.Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Linwood Urban, 2009.Sejarah Ringkas Pemikiran Kristen. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Mamahit,Ferry Y, 2007. Apa Hubungan Porong dan Yerusalem? Menggagas Suatu Ekoteologi Kristen.Veritas.
Soedarmo R, 2006. Ikhtiar Dogmatika. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Tucker Evelyn Mary & Grim A John, Editor, 2003. Agama, Filsafat dan Lingkungan Hidup, Yogyakarta: Kanisius.
Yohanes Tara Kristofus, 2008. Ekologi dalam Kristen dan Islam. Yogyakarta:Yayasan Pustaka Nusalama.
Unduhan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Penulis yang naskahnya diterbitkan menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Hak publikasi atas semua materi naskah jurnal yang diterbitkan/dipublikasikan dalam situs E-Journal KENOSIS ini dipegang oleh dewan redaksi dengan sepengetahuan penulis (hak moral tetap milik penulis naskah).
- Ketentuan legal formal untuk akses artikel digital jurnal elektronik ini tunduk pada ketentuan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike (CC BY-NC-SA), yang berarti Jurnal KENOSIS tidak memiliki tujuan komersial, berhak menyimpan, mengalih media/format-kan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database), merawat, dan mempublikasikan artikel tanpa meminta izin dari Penulis selama tetap mencantumkan nama Penulis sebagai pemilik Hak Cipta.
- Naskah yang diterbitkan/dipublikasikan secara cetak dan elektronik bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Selain tujuan tersebut, dewan redaksi tidak bertanggung jawab atas pelanggaran terhadap hukum hak cipta.