MENGEMBANGKAN DIALOG UNTUK PENGUATAN MISI AGAMA YANG TRANSFORMATIF
DOI:
https://doi.org/10.37196/kenosis.v2i1.31Kata Kunci:
dialog, misi, agama, transformatifAbstrak
Artikel ini bertujuan mengembangkan pemikiran tentang dialog, secara khusus diantara umat beragama. Dialog antar agama bukan hal baru tetapi tetap relevan dan penting dikaji hingga kini karena praktik dialog yang terjadi diantara umat beragama menunjukkan bahwa hakekat dialog belum dipahami secara tepat sehingga kebanyakan dialog menampilkan pemaksaan pemikiran dari satu pihak atau kalangan yang cenderung juga mendominasi dan menghegemoni pihak lain. Dalam kaitan itu, artikel ini menawarkan pemikiran pengembangan dengan membangun kesadaran kritis setiap orang untuk bersikap tepat dalam membangun dialog diantara pemeluk agama yang beragam ini. Dialog sebagaimana dimaksud dikaitkan pula dengan pelaksanaan misi atau dagwah terutama di kalangan Agama Kristen dan Islam sebagai agama-agama misi yang sangat memperhatikan aspek misi dan dagwah, tetapi cenderung mengabaikan eksistensi yang lain. Padahal misi yang transformatif justeru peduli terhadap kemanusiaan yang melampaui batas-batas agama, etnik, gender dan sebagainya.Unduhan
Referensi
Adiprasetya J., 2002. Mencari Akar Bersama, Etika Global dalam Kajian Postmodernisme dan Pluralitas Agama. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Borrmans M., 1990. Interreligious Documents: Guidelines for Dialogue Bertween Christians and Muslims. New York/Mahwa, N.J.: Paulist Press.
Dupuis J, S.J., 2002. Christianity And The Religions: From Confrontation to Dialogue. New York: Orbis Books.
Forward M., 2001. Inter-Religious Dialogue, One World, Oxford.
Knitter Paul F., 2003. Satu Bumi Banyak Agama: Dialog Multi-Agama dan Tanggung Jawab Global. Jakarta: BPK Gunung Mulia.2005. Menggugat Arogansi Kekristenan. Yogyakarta: Kanisius
Mardiatmaja, B.S. (artikel,2003), Beberapa Arah Dialog antar Umat Beragama. Tidak dipublikasi.
Mujib, I dan Rumahuru, Y.Z., 2010, Paradigma Transformatif Masyarakat Dialog: Membangun Fondasi Dialog Agama-Agama Bebasis Teologi Humanis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sherwin B.L & Kasimow H. eds. 2000. John Paul II and Interreligious Dialogue. New York: Orbis Books.
Samartha S.J., ed. 1971. Living Faiths and the ecumenical movement. Imprimerie La Concorde, Lausanne, Swtzerland.
Samartha S.J., The Future of Inter-Religious Dialogue Threatrs and Promises, dalam Journal of Dharma. no. I, vol.xix, Jan-March, 1994.
Swidler Leonard., 1990. After the Absolute: The Dialogical Future of Religion Reflection. Augsburg Fortess.--------ed. 1992. Muslims In Dialogue: The Evolution of A Dialogue. UK: The Edwin Millen Press.
Swidler L and Mojzes P., 2000. The Study of Relogion in an Age of Global Dialogue. Temple University Press, Philadelphia.
Unduhan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Penulis yang naskahnya diterbitkan menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Hak publikasi atas semua materi naskah jurnal yang diterbitkan/dipublikasikan dalam situs E-Journal KENOSIS ini dipegang oleh dewan redaksi dengan sepengetahuan penulis (hak moral tetap milik penulis naskah).
- Ketentuan legal formal untuk akses artikel digital jurnal elektronik ini tunduk pada ketentuan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike (CC BY-NC-SA), yang berarti Jurnal KENOSIS tidak memiliki tujuan komersial, berhak menyimpan, mengalih media/format-kan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database), merawat, dan mempublikasikan artikel tanpa meminta izin dari Penulis selama tetap mencantumkan nama Penulis sebagai pemilik Hak Cipta.
- Naskah yang diterbitkan/dipublikasikan secara cetak dan elektronik bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Selain tujuan tersebut, dewan redaksi tidak bertanggung jawab atas pelanggaran terhadap hukum hak cipta.