MEMAHAMI MAKNA RELASI DAN KEBERADAAN MANUSIA DALAM FILM “HER†Berdasarkan Perspektif Filsafat Fenomenologi Emmanuel Levinas
DOI:
https://doi.org/10.37196/kenosis.v4i1.50Kata Kunci:
Relasi, budaya populer, keterasingan, manusiaAbstrak
Film “Her†menceritakan tentang upaya manusia memenuhi kebutuhannya akan relasi dengan menggantikan peran manusia sebagai mitra relasi dengan produk budaya populer. Namun hal itu tidaklah mampu menjawab kebutuhan manusia, malah justru membawa manusia semakin jauh ke dalam keterasingan. Dengan menggunakan filsafat fenomenologi Emanuel Levinas, penulis mencoba menemukan makna keberadaan dan relasi manusia. Manusia sendiri memiliki kecenderungan untuk menjadi egosentris, sehingga bisa menjadikan manusia sebagai individu yang terpisah dan tidak peduli terhadap orang lain. Padahal kehadiran orang lain sebenarnya justru memunculkan tanggung jawab “aku†terhadap diri orang lain. Dengan demikian, manusia terhindar dari sikap egois dan keterasingan dalam relasinya. Kebutuhan manusia untuk berelasi dengan sesama sebenarnya telah dipenuhi sejak Allah menciptakan penolong yang sepadan bagi manusia. Akibat dosa, relasi itu menjadi rusak. Allah sendiri memperbaiki relasi itu dengan mengutus Yesus Kristus ke dalam dunia. Dalam menghadapi rusaknya relasi, individualism, dan keterasingan manusia, gereja sebagai persekutuan orang yang berelasi harus menjadi keluarga yang nyaman, di mana setiap pribadi dapat saling berelasi dan bertanggungjawab terhadap sesama.
Unduhan
Referensi
Bertens K., 1985. Filsafat Barat Abad XX: Prancis, Jakarta: Gramedia.
Budiman Kalvin S., 2013. 7 Model Kristologi Sosial “Mengaplikasikan Spiritual Kristen dalam Etika Sosialâ€, Malang: Literatur SAAT `
Elisabeth, OP, 2008. “Dari Keterasingan menuju Keheningan†dalam Rohani No.1.
Hadi Hardono, 2001. Epistemologi. Filsafat Pengetahuan, Yogyakarta: Kanisius.
Lanur Alex, 1991. “Hubungan antar pribadi menurut Buber dan Levinas†dalam Basis Vol. XL.
Levinas Emmanuel, 1979. Totality and Infinity . An Essay on Exteriority, Boston: Martin Nijhoff Publisher.
Lynch Gordon, 2006. Understanding Theology and Popular Culture, Australia: Blackwell Publishing Ltd.
Magniz-Suseno Franz, 2000. 12 Tokoh Etika Abad ke-20, Yogyakarta: Kanisius.
Rukiyanto B. A., 1990. “Emmanuel Levinas: Relasi Etis Asimetris†dalam Driyakarya Vol. XVI No.2.
Simon John C., 2014. Merayakan ’Sang Liyan’-Pemikiran Seputar Teologi, Ekklesiologi
dan Missiologi Kontekstual,Yogyakarta: Kanisius.
https://nasional.kompas.com/read/2018/04/17/11425741/komisi-i-dpr-minta-penjelasan-facebook-soal-kebocoran-data-pengguna, diakses Jumat, 20 April 2018, Pukul 13.00 WITA.
https://nasional.kompas.com/read/2018/04/09/19191341/jika-kebocoran-data mengandung-unsur-pidana-pemerintah-blokir-sementara, diakses Jumat, 20 April 2018, Pukul 13.10 WITA.
https://tekno.kompas.com/read/2018/03/02/08181617/indonesia-pengguna-facebook-terbanyak-ke-4-di-dunia, diakses Jumat, 20 April 2018, Pukul 13.20 WITA.
Unduhan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Penulis yang naskahnya diterbitkan menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Hak publikasi atas semua materi naskah jurnal yang diterbitkan/dipublikasikan dalam situs E-Journal KENOSIS ini dipegang oleh dewan redaksi dengan sepengetahuan penulis (hak moral tetap milik penulis naskah).
- Ketentuan legal formal untuk akses artikel digital jurnal elektronik ini tunduk pada ketentuan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike (CC BY-NC-SA), yang berarti Jurnal KENOSIS tidak memiliki tujuan komersial, berhak menyimpan, mengalih media/format-kan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database), merawat, dan mempublikasikan artikel tanpa meminta izin dari Penulis selama tetap mencantumkan nama Penulis sebagai pemilik Hak Cipta.
- Naskah yang diterbitkan/dipublikasikan secara cetak dan elektronik bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Selain tujuan tersebut, dewan redaksi tidak bertanggung jawab atas pelanggaran terhadap hukum hak cipta.