PUISI SEBAGAI MEDIA PENGINJILAN
DOI:
https://doi.org/10.37196/kenosis.v4i1.52Kata Kunci:
Puisi, Media, Penginjilan, Semiotik, MisiologiAbstrak
Pemberitaan Injil adalah kabar baik, karena tidak hanya didasarkan pada nilai-nilai kristen semata melainkan juga nilai-nilai kristen yang bersifat universal, yaitu cinta kasih. Ini merupakan latar belakang yang menarik perhatian saya untuk menganalisis puisi Duang e, dengan melihat hubungan antara teks puisi dan fungsi puisi sebagai media penginjilan. Puisi ini merupakan representasi pilihan nilai universal dari estetika teologis dan estetika konkret realitas empiris. Selain itu, ada unsur nilai kontekstual budaya, agama, dan seluruh anasir nilai-nilai sosial, dimensi hidup, manusia, alam, dan Allah. Model analisis yang digunakan adalah semiotika dalam studi misiologi yang berfokus pada teks dan pengalaman kreatif, sikap emosional tekstur. Ini bertujuan untuk memahami dan mengungkapkan makna, memberikan nilai-nilai pertanda dari teks tanda, penanda, dan sistem tanda yang ada di dalam medium bahasa, serta menggarap teks pada suatu konstruksi tanda, sedangkan puisi selalu berubah-ubah sejalan dengan evolusi selera. Fokkelman menegaskan bahwa selama ini puisi sudah mewarnai literatur sastra Alkitab, yaitu seluruh kitab Mazmur, Amsal, Kidung Agung, Ratapan, Ayub, Nabi-Nabi. Ada pula puisi-puisi yang berkisah tentang sejarah, mulai dari kitab Kejadian sampai kitab Raja-Raja (Kejadian 49, Ulangan 31; 32, Hakim-Hakim 5, Keluaran 15, I Samuel 2: 1-10, II Samuel 1: 19-27, II Samuel 22).
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Lokasi penelitian di sekitar Kota Ambon. Penelitian dilakukan selama satu bulan. Sumber data utama (primer) adalah puisi yang akan diklasifikasi, sedangkan hasil-hasil wawancara dan buku-buku yang berhubungan dengan penelitian sebagai sumber sekunder. Penulis menyimpulkan dari tulisan ini bahwa media komunikasi tidak pada satu subjek dari pengertian akademik yang normal, tetapi area studi multidisipliner nilai-nilai imperatif penginjilan yang diartikulasikan menjadi bermakna, dan satuan nilai Injil yang berhubungan dengan estetika penciptaan seluruh ciptaan. Tujuannya untuk mewujudkan Kerajaan Allah sebagai kabar baik tanpa ada sekat dan pembatas dalam rangkaian estetika karya Allah, serta sifat keilahian Allah yang nyata dalam misi gereja.Unduhan
Referensi
Ahmad Shahnon, 1978. Penglibatan dalam Puisi. Kuala Lumpur: Utusan Publications & Distrbutors.
Berlin Adele, 1994. Poetics and Interpretation of Biblical Narrative, Indiana: Eisenbrauns.
Bosch David J, 2005. Transformasi Misi Kristen, Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Erikson, Millard J.,1998. Christian Theology, Michigan: Baker Academic Publisher.
Fiske John, 1990. Cultural and Communication, Terj. Yogyakarta: Jalasutra.
Fokkelman Jan, 2009. Menemukan Makan Puisi Alkitab; Penuntun Dalam Memahami Syair-Syair Alkitab Sebagai Karya Sastra: BPK Gunung Mulia, Jakarta.
Hadiwijono Harun, 2010. Iman Kristen, Jakarta: Gunung Mulia.
Keraf Gorys, 1984. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia.
Kridalaksana Harimuriti, 1983. Kamus Lingustik. Jakarta: Gramedia.
Lembaga Alkitab Indonesia, 2002. Alkitab: perjanjian baru dan perjanjian lama. Jakarta: LAI
Randviir Anti, 2004. Mapping The World: Towards a Sociosemiotic Approach to Culture. Estonia: Tartu University.
Merrill Eugene H., 1995. History in Cracking Old Testament Codes: A Guide to Interpreting the Literary Genres of the Old Testament, Nashville: Broadman & Holman.
Persekutuan Gereja-Gereja Di Indonesia, 2009. Keputusan Siding Raya XV PGI, Mamasa, Sulawesi Barat 19-23 November, Jakarta: PGI
Piliang Yasraf Amir, 2012. Semiotika dan Hipersemiotika, Bandung: Matahari.
Pradopo Rachmat Djoko, 2002. Pengkajian Puisi: Analisis Strata Norma dan Analisis Struktur dan Semiotika, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Riffatere Michael, 1978. Semiotics of Poetry, Bloomington & London: Indiana University Press.
Sailhamer John, 1995. Introduction to Old Testament Theology, Grand Rapids: Zon-dervan.
Teeuw A., 1980. Tergantung pada Kata, Jakarta: Pustaka Jaya.
Wellek Rene dan Austin Warren,1968. Theory of Literature. Harmondsworth,
Middlesex: Penguin Book
Unduhan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Penulis yang naskahnya diterbitkan menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Hak publikasi atas semua materi naskah jurnal yang diterbitkan/dipublikasikan dalam situs E-Journal KENOSIS ini dipegang oleh dewan redaksi dengan sepengetahuan penulis (hak moral tetap milik penulis naskah).
- Ketentuan legal formal untuk akses artikel digital jurnal elektronik ini tunduk pada ketentuan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike (CC BY-NC-SA), yang berarti Jurnal KENOSIS tidak memiliki tujuan komersial, berhak menyimpan, mengalih media/format-kan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database), merawat, dan mempublikasikan artikel tanpa meminta izin dari Penulis selama tetap mencantumkan nama Penulis sebagai pemilik Hak Cipta.
- Naskah yang diterbitkan/dipublikasikan secara cetak dan elektronik bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Selain tujuan tersebut, dewan redaksi tidak bertanggung jawab atas pelanggaran terhadap hukum hak cipta.