REINTERPRETASI FILSAFAT MATERIALISME DALAM 1TIMOTIUS 6: 10 PADA GENERASI Z DI ERA DIGITAL
DOI:
https://doi.org/10.37196/n7qp7n48Abstrak
Materi dan harta menunjukan penghargaan terhadap diri sendiri bagi sebagian manusia. Karena itulah, manusia yang hidup pada masa kini memilih untuk mencari banyak harta agar siap mempertahankan keberlanjutan hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk menginterpretasi kembali filsafat materialisme yang seringkali dianggap buruk oleh orang Kristen, yang secara harafiah dianggap sebagai berhala. Fenomena ini ditegaskan dalam anggapan terhadap upaya untuk memenuhi materi dalam 1 Timotius 6:10- yang dianggap sebagai dosa karena merupakan akar kejahatan. Dengan menggunakan pendekatan interpretasi teks, dan analisa konten terhadap tujuh sumber berita, yang mengacu pada teori materialisme historis dari Karl Marx, maka tulisan ini menghasilkan tiga pembahasan utama yakni (1) materialisme dalam Alkitab, secara khusus 1 Timotius 6: 10 dianggap sebagai dosa. (2) Kenyataannya, komunitas Kristen (gereja) masa kini membutuhkan materi untuk dinamika komunitasnya. (3) Teori materialisme historis yang digaungkan oleh Karl Marx membuka mata bahwa upaya memenuhi materialisme dapat diwujudkan dengan mengacu pada prinsip-prinsip yang sesuai, khususnya pada generasi Z di tengah kemajuan zaman digital. Dengan demikian, tulisan ini akan berpotensi sebagai refleksi bagi generasi Z di era digitalisasi ini.
Unduhan
Referensi
Ananda, Putri Dwi. “POLA PENDIDIKAN BAGI GENERASI Z,” t.t.
Burns, Jane M., Lauren A. Durkin, dan Jonathan Nicholas. “Mental Health of Young People in the United States: What Role Can the Internet Play in Reducing Stigma and Promoting Help Seeking?” Journal of Adolescent Health 45, no. 1 (1 Juli 2009): 95–97. https://doi.org/10.1016/j.jadohealth.2008.12.006.
Cahyono, Anang Sugeng. “PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT DI INDONESIA.” Publiciana 9, no. 1 (2016): 140–57. https://doi.org/10.36563/publiciana.v9i1.79.
Fauzi, Fikriyah Iftinan, dan Fatin Nadifa Tarigan. “Strawberry Generation: Keterampilan Orangtua Mendidik Generasi Z.” Jurnal Consulenza : Jurnal Bimbingan Konseling Dan Psikologi 6, no. 1 (31 Maret 2023): 1–10. https://doi.org/10.56013/jcbkp.v6i1.2047.
Ginting, Jeny Florentina Br, Hasni Oktaria Ningsih, Jelly Mubaida Pasaribu, dan Dorlan Naibaho. “KETELADANAN GURU PAK DALAM MENINGKATKAN MORAL SISWA.” Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2, no. 2 (2023): 11455–69.
Jalal, Yessy Asiah, Ahmad Khomeini Syafiie, dan Nur Lela. “Peran Kyai dalam Meningkatkan kecerdasan Spiritual Remaja Generasi Z di Pesantren Anwarul Huda.” Tarbiyah Wa Ta’lim: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 1 November 2021, 138–52. https://doi.org/10.21093/twt.v8i3.3652.
Matondang, Asnawati. “DAMPAK MODERNISASI TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT.” Wahana Inovasi : Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat UISU 8, no. 2 (2019): 188–94.
“PERILAKU KEBERAGAMAAN DAN FENOMENA MEDIA SOSIAL TIK-TOK PADA GENERASI Z | SOSIO RELIGIUS: JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI AGAMA.” Diakses 13 November 2023. https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/Sosioreligius/article/view/27617.
pitoewas, berchah, nurhayati nurhayati, Devi Sutrisno Putri, dan Hermi Yanzi. “ANALISIS KEPEKAAN SOSIAL GENERASI (Z) DI ERA DIGITAL DALAM MENYIKAPI MASALAH SOSIAL.” Bhineka Tunggal Ika 7, no. 1 (11 Mei 2020): 17–23.
Putra, Dionisius Barai, dan Antonius Denny Firmanto. “Spiritualitas Kaum Muda Di Tengah Perkotaan Dalam Era Digital.” Missio Ecclesiae 11, no. 2 (2022): 50–62. https://doi.org/10.52157/me.v11i2.187.
Putri, Wilga Sectio Ratsja, Nunung Nurwati, dan Meilanny Budiarti Santoso. “PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP PERILAKU REMAJA.” Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat 3, no. 1 (1 Januari 2016). https://doi.org/10.24198/jppm.v3i1.13625.
Saputra, Gilang Wisnu, Muhammad Aldy Rivai, Mawaddatus Su’udah, Shepty Lana Gust Wulandari, T. Rosiana Dewi, dan Fitroh Fitroh. “Pengaruh Teknologi Informasi Terhadap Kecerdasan (intelektual, spiritual, emosional dan sosial) studi kasus: anak-anak.” Studia Informatika: Jurnal Sistem Informasi 10, no. 2 (2017): 77–88.
Septania, Sovi, dan Renyep Proborini. “Self-Compassion, Grit Dan Adiksi Internet Pada Generasi Z.” Analitika: Jurnal Magister Psikologi UMA 12, no. 2 (30 Desember 2020): 138–47. https://doi.org/10.31289/analitika.v12i2.4175.
Siahaan, Christa, dan Djoys Anneke Rantung. “PERAN ORANGTUA SEBAGAI PENDIDIK DAN PEMBENTUK KARAKTER SPIRITUALITAS REMAJA.” Jurnal Shanan 3, no. 2 (28 Oktober 2019): 95–114. https://doi.org/10.33541/shanan.v3i2.1581.
Subowo, Adhika Tri. “Membangun Spiritualitas Digital bagi Generasi Z.” DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 5, no. 2 (19 April 2021): 379–95. https://doi.org/10.30648/dun.v5i2.464.
Unduhan
Diterbitkan
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang naskahnya diterbitkan menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Hak publikasi atas semua materi naskah jurnal yang diterbitkan/dipublikasikan dalam situs E-Journal KENOSIS ini dipegang oleh dewan redaksi dengan sepengetahuan penulis (hak moral tetap milik penulis naskah).
- Ketentuan legal formal untuk akses artikel digital jurnal elektronik ini tunduk pada ketentuan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike (CC BY-NC-SA), yang berarti Jurnal KENOSIS tidak memiliki tujuan komersial, berhak menyimpan, mengalih media/format-kan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database), merawat, dan mempublikasikan artikel tanpa meminta izin dari Penulis selama tetap mencantumkan nama Penulis sebagai pemilik Hak Cipta.
- Naskah yang diterbitkan/dipublikasikan secara cetak dan elektronik bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Selain tujuan tersebut, dewan redaksi tidak bertanggung jawab atas pelanggaran terhadap hukum hak cipta.