POTRET HURU-HARA YESUS MELAWAN STIGMA PENYINTAS HIV/AIDS

Authors

  • erica ririhena Institut Agama Kristen Negeri Ambon

DOI:

https://doi.org/10.37196/nojisok.v5i1.1024

Abstract

Abstrak

Penyakit HIV-AIDS adalah  penyakit yang mematikan yang telah tersebar di seluruh dunia bahkan penyakit ini dapat menular. Penyakit yang disebabkan oleh virus ini pada umumnya menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Menyerang siapa saja dengan tidak pandang bulu. Tujuan penulis meneliti masalah ini dengan melihat perjuangan ibu-ibu rumah tangga yang terserang penyakit HIV/AIDS dari hasil berhubungan liar suaminya dengan menanggung stigma dari masyarakat dan traumatisnya bersama Yesus sebagai Tuhan yang penuh belas kasihan dengan menggunakan pendekatan metode dari sudut pandang baru yakni hermeneutik trauma. Metode ini hadir sebagai sebuah cara meluluhkan stigma sosial bagi korban yang mengalami trauma yang poinnya dalam tulisan ini adalah ibu-ibu rumah tangga penyintas HIV/AIDS yang hilang harapan dengan merasakan pertolongan Tuhan dalam melewati masa-masa traumatisnya bahwa Yesus mampu menerobos serta melawan stigma bersama penderita. Hal ini dipadanankan dengan kisah orang kusta dalam Lukas 5:12-16. Memperlihatkan bahwa orang kusta yang dianggap najis serta diasingkan diberikan respons yang berbeda oleh Yesus. Yesus menerima orang sakit kusta dengan menyentuh bahkan menyembuhkan mereka sehingga Yesus melampaui hambatan budaya dan agama yang mengikat saat itu. Hal yang sama terjadi juga pada penderita HIV/AIDS Yesus dengan belas kasihan-Nya bersama-sama merasakan dan ada dalam pemulihan trauma yang di alami ibu-ibu rumah tangga yang terkena HIV/AIDS di Maluku, kota Ambon serta sanggup  menyembuhkan penyakitnya. 

 

Kata kunci : Yesus, stigma, HIV/AIDS, ibu-ibu rumah tangga

 

 

 

 

Abstract

HIV-AIDS merupakan penyakit mematikan yang telah menyebar ke seluruh dunia, bahkan penyakit ini dapat menular. Penyakit atau virus ini umumnya menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Menyerang siapa pun tanpa pandang bulu. Tujuan penulis meneliti masalah ini dengan melihat perjuangan para ibu rumah tangga yang tertular HIV/AIDS akibat hubungan seksual ilegal yang dilakukan suaminya, menanggung stigma masyarakat dan trauma terhadap Yesus sebagai Tuhan yang pengasih, dengan menggunakan pendekatan metodis. pendekatan dari sudut pandang baru yaitu hermeneutika trauma. . Cara ini hadir sebagai salah satu cara untuk mencairkan stigma sosial terhadap korban yang mengalami trauma. Inti dari artikel ini adalah para ibu rumah tangga penyintas HIV/AIDS yang kehilangan harapan karena merasakan pertolongan Tuhan dalam melewati masa-masa traumatisnya, bahwa Yesus mampu menerobos dan melawan stigma bersama para penderita. . Hal ini dibandingkan dengan kisah penderita kusta dalam Lukas 5:12-16. Menunjukkan bahwa penderita kusta yang dianggap najis dan diasingkan diberikan respon berbeda oleh Yesus. Yesus bersedia menerima penderita kusta dengan menjamah bahkan menyembuhkan mereka sehingga Yesus melampaui hambatan budaya dan agama yang mengikat saat itu. Hal serupa juga terjadi pada penderita HIV/AIDS. Yesus dengan kemurahan-Nya hadir membantu menyembuhkan trauma yang dialami ibu-ibu rumah tangga di Maluku, Pulau Ambon yang terkena HIV/AIDS dan mampu menyembuhkan penyakitnya.

 

 

Kata Kunci: Yesus, stigma, HIV/AIDS, ibu rumah tangga

 

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alferdi, Alferdi. “Resiliensi Hospitality Yesus Terhadap Orang Kusta Dan Implementasinya Bagi Orang Percaya Di Masa Pandemi Covid-19.” KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi 8, no. 1 (2022): 41–54. https://doi.org/10.37196/kenosis.v8i1.384.

Andris Noya, M.Si. Melawan Stigma. Edited by Abdul. Pertama. Indramayu Jawa Barat: Adab, 2021.

ANOYA. “Andris Noya, Erlin Kiriwenno, Elpira Asmin,” n.d.

Antara.News. “Kasus HIV/AIDS Di Ambon Meningkat 145 Orang Dalam 5 Bulan,” 2023, 2.

B.J.Boland, and P.S.Naipopos. “Tafsiran Alkitab : Injil Lukas” S, no. Seri iii (n.d.): 120.

CARSON, D.A., and DOUGLAS J.MOO. An INTRODUCTION TO THE NEW TESTAMENT. Edited by Jenus Junimen. Gandum Mas, 2016.

Daniel Supriyadi. “Aktualisasi Manajemen Kreativitas Guru Sekolah Minggu Di Masa Pandemi Covid-19.” Jurnal Pendidikan Agama Kristen 4, no. 1 (2021).

EMA HIDAYANTI. “STRATEGI COPING STRESS PEREMPUAN DENGAN HIV/AIDS” 9 (2023): 1.

Junaidi. “Wps_Wid.” Belajar Berdasar Regulasi Diri Ditinjau Dari Jenis Pendidikan, 2020.

“KEMAMPUAN REGULASI PADA PEREMPUAN PENDERITA HIV/AIDS DI KABUPATEN MALUKU TENGGARA” 12 (2020).

Petrus Christologus Dhogo. “YESUS MENGULURKAN TANGAN DAN MENJAMAH” vol.14 no. (2015).

Redaksi Ameks. “Da 5000 Orang Di Maluku Terinfeksi HIV, Mayoritas Di Kota Ambon,” n.d.

S.E.Lakawa. “Hermeneutik Trauma: Membaca Ulang Markus 5:25-34 Sebagai Narasi Trauma Dan Pemulihan.” Docplayer, 2021.

SIWANTO KESEHATAN MENTAL, KONSEP, CAKUPAN DAN PERKEMBANGAN. Yogyakarta: Andi Offiset, 2001.

Tesalonika Mandey. “ANALISIS TEOLOGI KESEHATAN MENURUT INJIL LUKAS 5:12-16 DAN IMPLEMENTASINYA DI ERA PANDEMI COVID-19” vol.2 (n.d.).

Downloads

Published

2024-06-30