KETERBUKAAN DIRI (SELF-DISCLOSURE) PADA KORBAN PELECEHAN SEKSUAL DALAM MASYARAKAT PATRIAKI
DOI:
https://doi.org/10.37196/nojisok.v3i1.536Abstract
Masyarakat terus mendesak pemerintah agar segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) dikarenakan Indonesia sudah menunjukan kondisi yang gawat akan kasus kekerasan seksual pada perempuan maupun lelaki. Kekerasan seksual tidaklah berhenti hanya dengan masyarkat tetap dirumah saja semenjak pandemi, namun Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) terus menghantui siapapun dan dimanapun setiap umat manusia berada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab pelecehan seksual terkait edukasi seks yang tidak memadai, adanya budaya patriaki yang mengakar di masyarakat, serta bentuk keterbukaan diri seseorang korban pelecehan seksual tentang peristiwa yang dialaminya kepada orang lain yang berada didekatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian keputakaan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan dan mempelajari referensi yang diperoleh dari jurnal dan berita terkini yang terpercaya. Penelitian ini menggunakan Teori Jendela Johari (Johari’s Windows). Hasil penelitian menunjukan bahwa seseorang cenderung merahasiakan atas peristiwa negatif yang menimpa diri seseorang dikarenakan adanya prasangka dan stigma negatif terhadap peristiwa pelecehan seksual maupun kepada sang korban, serta kecenderungan masyarakat yang menyalahkan korban dibanding pelaku. Hasil analisa menunjukan bahwa keterbukaan diri yang dimiliki oleh seseorang yang mengalami pelecehan seksual tidaklah ideal kepada orang terdekat sekalipun, sehingga tidak menutup kemungkinan mereka membutuhkan bantuan agar bisa lebih terbuka terhadap peristiwa buruk yang menimpanya.
Kata Kunci: Edukasi Seksual; Patriaki; Pelecehan Seksual; dan Keterbukaan Diri (Self-Disclosure)
Downloads
References
DAFTAR PUSTAKA
Bentuk Kekerasan Seksual Sebuah Pengenalan. Komnas Perempuan.
A, C. L., Lozano, C., & R., L. G. (2021). Effectivenees of Sex Education in Adolescents Sexes. Madrid, Spain: Nursing and Physiotherapy Department, University of Alcala.
Amaliyah, S., & Nuqul, F. L. (2017). Eksplorasi Presespsi Ibu tentang Pendidikan Seks untuk Anak. Malang, Jawa Tengah: Falkutas Psikologi UIN.
Apa sih Perbedaan Pelecehan Seksual dan Kekerasan Seksual? MaPPI FHUI (Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia Falkutas Hukum Universitas Indonesia.
Arouf, A., & Aisyah, V. N. (2020). Strategi Keterbukaan Diri oleh Pendamping Kepada Anak-Anak Korban Kekerasan Seksual di Surakarta. Sukoharjo: Program Studi Ilmu Komunikasi Falkutas Komunikasi dan Informasi.
Astuti, S. W., Pradoto, D., & Romaria, G. (2019). Victim Blaming Kasus Pelecehan Seksual (Studi Netnografi Pelecehan Seksual Terhadap Via Valen di Instagram). Jakarta: Falkutas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana.
Cangara, H. H. (2018). Pengantar Ilmu Komunikasi Edisi Ketiga. Depok: Rajawali Pers.
Community, S.-U. (2021). Melawan Pelecehan di Publik Fakta & Statistik. Stand-Up International Loreal dan Hollaback.
Damayanti, M., Anni, C. T., & Mugiarso, H. (2018). Layanan Informasi dengan Media Gambar untuk Meningkatkan Pemahaman Sex Education Siswa. Semarang, Jawa Tengah: Jurusan Bimbingan dan Konseling Falkutas Ilmu Pendidikan Unnes.
Fushshilat, R. S., & Apsari, N. C. (2020). Sistem Sosial Patriaki dari Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan . Sumedang, Jawa Barat: Program Studi Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAD.
Gracia, C., Mingkid, E., & Harilama, S. H. (2020). Analisis Diskriminasi Gender dan Budaya Patriaki Pada Film Kim Ji-Young, Born 1982. Menado: Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Sam Ratulagi.
Hulshof, K. (2016). Let's talk about sex: Why we need sexuality in Asia Pacific. UNICEF.
Jatmikowati, T. E., Angin, R., & Ernawati. (2015). Model dan Materi Pendidikan Seks Anak Usia Dini Perspektif Gender untuk Menghindarkan Sexual Abuse. Jember: FKIP Universitas Muhhamadiyah Jember.
Jufanny, D., & Girsang, L. R. (2020). Toxic Masculinity Dalam Sistem Patriaki (Analisis Wacana Kritis Van Dijk Dalam Film "Posesif"). Jakarta: Ilmu Komunikasi Universitas Bunda Mulia.
Karkono , K., Maulida , J., & Rahmadiyanti, F. L. (2020). Budaya Patriaki Dalam Film Kartini (2017) Karya Hanung Bramatyo. Malang: Universitas Negeri Malang.
Kurniawan, S. O. (2016). Proses Komunikasi Interpesonal Perempuan Korban Pelecehan Seksual dengan Pendamping dalam Pembentukan Konsep Diri di Yayasan Embun Surabaya. Surabaya: Prodi Ilmu Komuniasi Universitas Kristen Petra.
Nandar , W. (2017). Presepsi Orangtua Mengenai Pendidikan Seks untuk Anak Usia Dini. Jakarta: STKIP Kusuma Negara Jakarta.
Palulungan , L., H, M. G., & Ramli, M. T. (2020). Perempuan, Masyarakat Patriaki & Kesetaraan Gender . Makassar: Yayasan Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia (BAKTI).
Purnama , S. D. Pentingnya "Sex Education" Bagi Remaja . Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Putri, Y. A. (2017). Hubungan Pelaksanaan Komunikasi Terapeutik Tenaga Kesehatan Dengan Kepuasan Pasien Dalam Mendapatkan Pelayanan di RSUD. Banda Aceh : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala.
Rosyidah, F. N., & Nurdin, M. F. (2018). Perilaku Menyimpang Media Sosial Sebagai Ruang Baru Dalam Tindak Pelcehan Seksual Remaja. Sumedang, Jawa Barat: Prodi Sosiologi Falkutas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
Septiawan , M. H., Pitoewas, B., & Yanzi, H. (2014). Pengaruh Pendidikan Seks Dalam Keluarga Terhadap Perkembangan Moral Anak . Lampung: Fakutas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Lampung.
Sujanto , A. (1991). Psikologi Umum. Jakarta: Bumi Aksara.
Suri, A. G., Hamka, & Noerzaman , A. (2020). Peranan United Women Dalam Mengatasi Tindak Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan di Indonesia Tahun 2016-2017. Jakarta: Ilmu Politik FISIP Univeristas Muhammadiyah Jakarta.
Syalsabhila , A., & Vitalio , R. C. (2020). Apa kabar Penanganan Kekerasan Seksual di Indonesia? Kementrian Sosial Politik dan Kajian Strategis BEM Universitas Sanata Dharma.
Triwijati, N. E. Pelecehan Seksual: Tinjauan Psikologis. Surabaya: Falkutas Psikologi Univiersitas Surabaya dan Savy Amira Women's Crisis Center.
Tujuh Hal yang Perlu Dilakukan Korban Kekerasan Seksual. (2020). CNN News Indonesia.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Presiden Rebuplik Indonesia.
Utamia, R. P., Boeriswatia, E., & Zuriyatia, Z. (2018). Hegemoni Patriaki Publik Terhadap Tokoh Perempuan dalam Novel "Hanauzumi" Karya Junichi Watanabe. Jakarta: Universitas Negeri Jakarta.
WHO. Understanding and Addresing Violence Against Women "Sexual Violence". World Health Organization.
World Health Organization "Sexuality Education" Policy Brief No.1 . (2010). World Health Organization.
Yanuar , D., & Pratiwi, C. S. (2019). The Secret Persona: Komunikasi Interpersonal Ibu dan Anak Korban Pelecehan Seksual di Kota Baro, Aceh Besar. Banda Aceh: Departemen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala.

