SIRIH PINANG SEBAGAI SIMBOL PEMERSATU KELUARGA (suatu kajian pemaknaan budaya sirih pinang dalam konteks masyarakat Riring, Kecamatan Taniwel)
DOI:
https://doi.org/10.37196/nojisok.v1i1.168Abstrak
Abstrak
Â
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji, menganalisis, serta mendeskripsikan pemaknaan budaya sirih pinang dalam konteks masyarakat Riring, Kecamatan Taniwel. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data diperoleh berdasarkan observasi, wawancara dan dokumentasi. Pemilihan lokasi penelitian didasarkan atas pertimbangan  mudah dijangkau, serta tradisi makan sirih pinang yang menjadi permasalahan penelitian ditemui di daerah tersebut. Informan pada penelitian ini menggunakan informan kunci untuk memperoleh data demi keabsahan penelitian yaitu Kepala desa, Saniri Negeri/Tua-tua adat, Anggota masyarakat, Pdt dan Majelis.  Hasil penelitian yang ditemukan bahwa sirih pinang adalah salah satu budaya masyarakat Negeri Riring yang di dalamnya ada nilai-nilai etis, moral dan spiritual yang dapat dijadikan sebagai pengaturan norma masyarakat. Adat sirih pinang yang merupakan simbol pemersatu keluarga dalam satu perseketuan hidup, karena di dalamnya ada kandungan makna seperti sirih melambangkan kulit manusia, pinang melambangkan daging dan air ludah yang berwarna merah melambangkan darah. Sirih pinang dalam pelaksanaan rapat adat atau pelantikan Raja merupakan representif dari membangun komitmen hidup dalam kesatuan dan kebersamaan.
Unduhan
Referensi
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsini, Manajemen Pendidikan, Rineka Cipta, Jakarta, 2005
Berge, Arthur Asa, tanda-tanda dalam kebudayaan konteporer. Penerjamah M. Dwi Marianto.
Surnato. Yogyakarta : penerbit PT Tiara wacana, buku asli diterbitkan tahun 1984.
Berger, Peter L. The Sosial Reality of Religion, Nonvich: Penguin Books 197.
Bevans, Stephen B. Model-model Teologi Kontekstual ( Maumere : Lembaga pembentukan berlanjut, Arnold Jansen, 2000.
Cassirer, Ernst. An Essay on Man.London : Yale University Press, 1944. Diterjemahkan oleh A.A. Nugroho dalam judul. Manusia dan Kebudayaan : Sebuah Esei tentang Manusia : Gramedia, 1987.
Cooley, F.L. Mimbar Taktha, Jakarta : Sinar Harapan, 1987.
Creswell, J.W. Research Design : Qualitative & Quantitatif Approach, diterjemahkan oleh Angkatan III & IV KIK-UI, Jakarta : KIK Press, 2002.
Departemen Pendidikan dan kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia : Edisi ke-3, Jakarta : Bali Pustaka + Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, 2002.
Edi Sedyawati, Budaya Indonesia, Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 2006. Hal.168-169.
Ediade, Mircea, Patterns In Comparative Religion, London dan new York : Sheed and Ward, 1958.
Geertz, Clifford, Kebudayaan dan Agama, Kanasius Press, Yogyakarta, 1992b.
Gunarsah, Singgih D.Kebudayaan dan Agama, Jakarta, BPK Gunung mulia, 1983.
Hoed, Benny H, 1968, Dampak komunikasi Peiklanan; sebuah Ancangandri segi semiotic, Jakarta; Makalah seminar semiotika.
Imron, Arifin (ed) Penelitian Kualitatif dalam Ilmu-ilmnu sosial dan Keagamaan, Kalmia Sahada Press, Malang, 1994.
Koentjaringrat. Kebudayaan dan Mentalitas Pembangunan, Gramedia : Jakarta, 1994.
Kusumohamidjojo, Filsafat Kebudayaan; Proses relasi Manusia, Yogyakarta : Jalasutra, 2010.
Lewis, Oscar, Pokok-pokok Antropologi, kebudayaan; milik bersama, Jakarta yayasan Obor Indonesia 1996.
Lincoln, Y. And I. Guba “Effective Evalution†San Vransisco Jossey Basa Publiher, 1981.
Muhammad Afgan, M. Ag, Pengantar filsafat kebudayaan, pustaka Setia : Bandung, 2012.
Nariwari, Lukas Hubungan Antar Gereja dan kebudayaan ( makalah tentang kesaksian akan kristus dalam Konteks kebudayaan.
Nawawi, H. Hadari, Metodologi Bidang Sosial, Gaja Mada University Press, Yogyakata, 1990.
Newbigin, Lesslie, Injil dalam masyarakat Majemuk ; Jakarta BPK Gunung Mulia, 2002.
Nuhamara, Daniel, Diktat Kulia ( tidak dipublikasikan), Salatiga, 2003.
Preasetya, Jako Try, Ilmu Budaya dan kebudayaan Dasar, Jakarta : Rineka Ciptaan, 1997.
Raga Maran, Rafael, Manusia dan kebudayaan dalam Perspektif ilmu Budaya Dasar, Jakarta: Rineka Cipta, 2000.
Suharso dan Ana Retnoningsi, Kamus besar Bahasa Indonesia, Semarang : Widya karya, 2005.
Tanamal, Pieter, pengabdian dan perjuangan, Ambon : 1985.
Targin. http://tariganism. Blogspot. Com/ 2009/03/ manusia-memaknai-simbol. Html, diunduh tanggal 9 September 2016.
Kwalomine, Thomas, Totoliba (skripsi) STAKPN) Ambon,tidak terbitkan.
Matajane, Adrijana, makna sirih pinang dalam upacara adat ( skripsi) STAKPN Ambon, tidak terbitkan. 2012.

