MICHAEL AMALADOSS DAN TEOLOGI PERJUANGAN DARI FILIPINA
DOI:
https://doi.org/10.37196/nojisok.v2i1.260Abstrak
Penelitian yang berjudul Michael Amalados dan Teologi Perjuangan dari Filipina berisi tentang kajian Teologi terhadap perubahan dan tantangan-tantangan yang terjadi dalam revolusi industri 4.0. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kepustakaan. Hasil yang dicapai dalam penelitian ini adalah Teologi perjuangan dimaknai dengan dari dan dalam perjuangan bukan tentang perjuangan. Teologi ini merupakan sebuah refleksi orang-orang Kristen Filipina untuk membebaskan orang-orang miskin yang tertindas. Teologi ini juga disebut dengan teologi rakyat (umat) yang dipenuhi oleh Koreo. Tokoh-tokoh pemikiran dari teologi ini adalah Fr. Louei Hechanova, Edicio de La Torre dan lain-lainnya. Pemikiran mereka dipengaruhi teologi pemikiran Amerika Latin pada saat keikut-sertaan mereka dalam Asosiasi Ekonomi Para Teologi Dunia Ketiga tahun 1970-an. Refleksi dari pemikiran tersebut melahirkan sebuah gerakan yang disebut dengan “EDSA†atau Revolusi EDSA (Perayaan). Melalui revolusi ini juga kekuasaan diktatoran Ferdinand Marcos digulingkan (tahun 1986). Darisitulah muncul pemikiran pembebasan teologi perjuangan yakni spiritual baru, eklesia baru, analisis sosial baru, dan analisis sosial baru yang diperkuat dengan praktek ZEN.
Unduhan
Referensi
Coloroso Barbara. Penindasan, Tertindas, dan Penonton. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta, 2006.
Michael Amaladoss. Teologi Pembebasan Asia. Yogjakarta: Pustaka Pelajar, 2001.
M. Husein A. Wahab. Pemikiran Pembebasan dalam Teologi (Suatu Analisis Historis dan Geografis). SUBSTANTA: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin, Vol. 15. No. 2 Tahun 2013.
Lendris Lekatompessy. Kepribadian yang Tangguh dalam menghadapi Tantangan di Era Revolusi Industri 4.0 (Suatu Kajian Teologis Terhadap 2 Timotius 2:1-13). NOUMENA: Jurnal Ilmu Sosial Keagamaan. Vol. No. 1, Juni 2020.

