REKONSEPTUALISASI DOA BATAS NEGRI JEMAAT GPM KAIRATU

Penulis

  • Astrid Morena Noija Universitas Kristen Satya Wacana

DOI:

https://doi.org/10.37196/nojisok.v2i1.303

Abstrak

ABSTRAK


Artikel ini bertujuan untuk menganalisis rekonseptualisasi Doa Batas Negri Jemaat GPM Kairatu dan mendeskripsikan makna Doa Batas Negri bagi Jemaat GPM Kairatu. Sebagai jemaat yang masih berpegang pada adat-istiadat GPM Kairatu memiliki sesuatu yang berbeda tentang tradisi berdoa. Tradisi yang sudah melekat dengan kearifan lokal umat pada saat ini, bermula sejak terjadinya konflik Maluku pada tahun 1999. Kairatu adalah salah satu wilayah strategis yang sering diserang, negri, sehingga Gereja melaksanakan Doa Batas Negri sebagai wujud permohonan untuk memperoleh keselamatan dari Tuhan. Penelitian ini menggunakan teori Doa, Sakralitas, dan Perubahan Sosial.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan wawancara, dan data pendukung lainnya. Doa batas negri masih dipertahankan hingga kini, namun telah mengalami perubahan makna dari waktu ke waktu. Walaupun telah mengalami perubahan makna, Doa Batas Negri merupakan karya pertolongan Allah dalam sejarah negri Kairatu.

Kata Kunci : Doa, Sakralitas dan Femomenologi Agama

 

ABSTRACT

The aims of this article are to analyze the reconceptualization of the Doa Batas Negri for the Kairatu GPM Congregation and describe the meaning of the Doa Batas Negri Kairatu GPM Congregation. As an indigenous congregation, Kairatu GPM has something different about the tradition of praying. The tradition that has been attached to the local wisdom of the people at this time began since the Maluku conflict in 1999. Kairatu is one of the strategic areas that is often attacked, so the Church implements of the Doa Batas Negri as a form of request for salvation from God. This study uses the theory of prayer, sacredness, and social change. The method used in this research is descriptive method with interview approaches and other supporting data. Doa Batas Negri still persists until these days, Nevertheless, the meaning has changed from time to time. In the end eventough the meaning of Doa Batas Negri was changed, its become one of a God’s work in the history at Negri Kairatu.

Key Words : Prayer, sacredness, and phenomenology of religio

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

A., T. T. (2000). Konflik Maluku. Yogyakarta: Gama Gloal Media.

Chan, S. (2002). Spiritual Theology Studi Sistematis Tentang Kehidupan Kristen. Yogyakarta: Yayasan Andi.

Cooley, F. L. (1987). Mimbar dan Takhta. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Cooley, F. L. (1987). Mimbar dan Takhta. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

D. Hendropuspito, O. (1983). Sosiologi Agama. Jakarta: Kanisius.

Dhavamony, M. (1995). Fenomologi Agama. Yogyakarta: Kanisius.

Durkheim, E. (2003). Sejarah Agama, "The Elementry Forms Of The Religious Life". Yogyakarta: IRCiSoD.

Engel, J. D. (2005). Metodologi Penelitian Sosial dan Teologi Kristen. Salatiga: Widya Sari Press.

Geertz, C. (1992). Kebudayaan dan Agama. Yogyakarta: Kanisius.

Jacobs. (2004). Teologi Doa. Yogyakarta: Kanisius.

Mayfield, S. (2009). Exploring Prayer Panduan Menjelajahi Doa. Yogyakarta: Kanisius.

Nawawi, H. H. (1990). Metode Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta: Gajah Mada Univeristy Press.

P, H. S. (2012, November). Fenomenologi Agama : Pendekatan Fenomonologi Untuk Memahami Agama. Walisongo, 20.

Rudiansyah, D. (2015, Oktober). Dimensi Sosio-Politik Konflik Ambon. Sosiologi Reflektif, 10.

Soumokil, T. (2011). Reintegrasi Sosial Pasca Konflik Maluku. Salatiga: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi.

Spradley, J. P. (1997). Metode Etnografi. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Usman Pelly, A. M. (1994). Teori-Teori Sosial Budaya. Jakarta: Depdikbud.

Waileruny, S. (2011). Membongkar Konspirasi di Balik Konflik Maluku. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Yancey, P. (2011). Doa: Bisakah Membuat Perubahan. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Diterbitkan

2021-06-29