Hagar Sebagai Orang Tua Tunggal (Suatu Kajian Feminis Terhadap Kekerasan Gender Dalam Kejadian 21:8-21)

Penulis

  • Angelita - Warella Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan, IAKN Ambon
  • Sipora B. Warella Mahasiswa Prodi Teologi IAKN Ambon

DOI:

https://doi.org/10.37196/nojisok.v2i2.413

Abstrak

Tulisan ini menyoroti tentang menjadi orang tua tunggal dalam sebuah rumah tangga tentu saja tidak mudah dan berat. Baik pria maupun wanita, tentu sangat berat mengalami ditinggal pasangan apalagi seorang wanita atau ibu. Dengan menggunakan langkah-langkah metodologis tafsir feminis yang dikembangkan oleh Fiorenza terhadap teks Kejadian 21:8-21. Melalui kajian tersebut diperoleh bahwa Hagar adalah potret seorang ibu yang sangat tangguh dan ia adalah korban dari sistem patriakhi yang mendominasi dan tidak adil terhadap perempuan. Dan hal ini pun yang terjadi pada konteks sekarang ini. Karena itu, peran gereja menjadi penting dan berarti dalam upaya mengubah teologi dan pandangan masyarakat tentang perempuan.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Alkitab edisi studi, diterbitkan oleh LAI, 2010.

Astri Ayu Kamasitoh, dkk. Studi Kasus Dampak Menjadi Orang Tua Tunggal Perempuan Usia Remaja Akhir.

Balson. (1993). Psychology of Family. New York: Mac Rarw-Hill, Co.

Elisabeth Schussler Fiorenza. Wisdom Ways: Introduction Feminist Biblical Interpretation (New York: Maryknoll, 2001).

Fiorenza S E , Untuk Mengenang Perempuan Itu (Jakarta : BPK Gunung Mulia,1995).

Margeretha Ririmasse, Perempuan, kekerasan & perdamain sebuah refleksi teologis feminis.

Rahel Salmanu, dkk. Aku Yang Bisu Telah Bersuara: Tafsir Feminis Terhadap Yohanes, 7:53 - 8:1-11. Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Volume 5, Nomor 2 (April 2021).

Unwed mother, perempuan sebagai orang tua tunggal, (yayasan taman, pustaka Kristen Indonesia, 2015. Yogyakarta).

Diterbitkan

2021-12-30