Surat Kabar dan Propaganda Marco Kartodikromo Melawan Praktik Kolonialisme Hindia Belanda

Penulis

  • M. Sofyan Hatapayo Jurnalistik Islam IAIN Ambon

DOI:

https://doi.org/10.37196/nojisok.v3i1.488

Abstrak

ABSTRAK

Selain menambah literatur, memperkaya khazanah pengetahuan mahasiswa Jurnalistik, praktisi media, dalam sejarah pesuratkabaran. Tidak sedikit para insan pers maupun mahasiswa jurnalistik yang belum mengetahui para tokoh pers yang telah berjasa bagi negara Indonesia khususnya di dunia pers nasional, tentu perlu adanya penelitian serupa demi menambah pengetahuan akan sejarah dan para tokoh pers nasional

Peneliti menggunakan kajian pustaka dengan mengumpulkan sejumlah data primer dan sekunder sebagai data utama lewat buku, jurnal dan format surat kabar yang pernah dipimpin Marco sebagai penunjang, metode penelitian yang dipakai, yakni deskriptif analitis, memberikan gambaran secara akurat dan teliti tentang propaganda Marco Kartodikromo melawan praktik kolonialisme Hindia Belanda lewat surat kabar.

Hasil penelitian tersebut menggambarkan siapa itu jurnalis Marco Kartodikromo. Jurnalis yang membela bangsanya demi penyamarataan hak dan status sosial perempuan di Hidia Belanda yang dijadikan budak sesksual. Bukan saja perampasan hak perempuan, manusia Hindia Belanda di kotak-kotakkan menurut status sosial, ras, dan jenis kelamin. Boemipoetra sebagai pewaris tanah Hindia Belanda sedari nenek moyang, menjadi orang asing di tanah sendiri. Pengaruh Marco Kartodikromo; pikiran dan propaganda lewat sejumlah surat kabar: Medan Prijaji, Sarotomo, Sinar Djawa-Sinar Hindia dan Doenia Bergerak. Surat kabar yang diawaki Marco berorientasi selain memberikan informasi, mendidik, mempengaruhi bangsanya, moto penggerak sekaligus seorang mediator atau utusan yang melihat keadilan ekonomi, pendidikan, budaya dan politik di Hindia Belanda. Surat kabar Marco Kartodikromo terbit secara periodesitas, juga terbatas bahkan bangkrut dalam satu sampai dua tahun (karena sering berpolemik), namun materi dan isinya mencakup peristiwa yang luas, ditujukan untuk kepentigan masyarakat dan memegang nilai etika dan moral dalam menjalankan tugas profesional jurnalistik. Selain wadah pertukaran komentar dan kritik, meyebarkan berita aktual yang dipercaya, lengkap sekaligus mencerdaskan bangsa Hindia Belanda. Jas Merah uber alles! (Di atas segalanya).

 

Kata Kunci: Propaganda, Marco Kartodikromo, Surat Kabar, Kolonialisme, Hindia Belanda.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

DAFTAR PUSTAKA

Ananta Toer Pramoedya, 1985, Sang Pemula, Jakarta Pusat: Hasta Mitra dan Lentera Dipantara.

Ananta Toer Pramoedya, 2017, Anak Semua Bangsa, Jakarta Timur: Lentera Dipantara.

Ananta Toer Pramoedya, 2018, Kisah Terbaik: Buku Yang Membunuh Kolonialisme, pengantar Multatuli, Yogyakarta: Media Pressindo.

Ananta Toer Pramoedya, 2019, Bumi Manusia, Jakarta Timur: Hasta Mitra dan Lentera Dipantara.

Ananta Toer Pramoedya, 2019, Jejak Langkah, Jakarta Timur: Hasta Mitra dan Lentera Dipantara.

Ananta Toer Pramoedya, 2019, Rumah Kaca, Jakarta Timur: Hasta Mitra dan Lentera Dipantara.

Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, 2016, Kamus besar bahasa Indonesia V, Jakarta.

Cahyono Edi, 2003, Jaman Bergerak di Hindia Belanda Mosaik Bacaan Kaoem Pergerakan Tempo Doeloe, Jakarta: Yayasan Pancur Siwah.

Departemen Agama, 2006, Al-Quran Maghfirah Terjemahan, Jakarta Timur: Maghfirah Pustaka.

Hartanto Dwi Agung, 2008, Karya-karya Lengkap Marco Kartodikromo, Pikiran Tindakan dan Perlawanan, Jakarta Pusat: I:BOEKOE.

Hikmat M. Mahi, 2018, Jurnalistik Literary Jurnalism, Jakarta Timur: Prenadamedia Group.

Hock Gie Soe, 2005, Di Bawah Lentera Merah, Yogyakarta: PT Bentang Pustaka.

Kartodikromo Marco, 2008, Hubungan Orang Buangan Di Boven Digul, Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Kovach Bill dan Rosenstiel Tom, 2012, Blur: Bagaimana Mengetahui Kebenaran Di Era Banjir Informasi, Jakarta: Dewan Pers.

Multatuli, 2018, Max Havelaar : lelang kopi maskapi dagang Belanda, Yogyakarta: Media Pressindo.

Reliubun Ihsan, Tirto Adi Soerjo (T.A.S), 2019, Majalah Lintas: Rubrik Busur LPM Lintas IAIN Ambon.

Shiraishi Takashi, 2005, Zaman Bergerak: Radikalisme Rakyat di Jawa 1912-1926, Jakarta: Kreatama.

Kata Inspiratif Adolf Hitler, 2020, https://www.merdeka.com, (diakses pada tanggal 14 Juni 2021, pukul 20.29 WIT).

Bataviasche Nouvelle, 2009, https://id.wikipedia.org/wiki/, (diakses pada tanggal 11 Juni 2021, pukul 23.50 WIT).

Hatapayo M. Sofyan, 2021, Kata-kata Bijak Peraih Nobel Sastra Jean Paul Sartre, JurnalAmbon.com, (diakses pada 20 September 2021, pukul 5.49 WIT).

Hindia Belanda, https://id.wikipedia.org/wiki/, (diakses pada tanggal 15 Juni 2021, pukul 19.59 WIT).

Jaman Bergerak di Hindia Belanda, 2007, https://docplayer.info, (diakses pada tanggal 11 Juni 2021, pukul 23.00 WIT).

Koran, 2020, https://id.wikipedia.org/wiki/, (diakses pada tanggal 13 Juni 2021, pukul 18.09 WIT).

Marco_Kartodikromo, https://id.wikipedia.org/wiki/, (diakses pada tanggal 14 Juni 2021, pukul 20.30 WIT).

Nazi dan Propaganda, 2018, https://encyclopedia.ushmm.org, (diakses pada tanggal 14 Juni 2021, pukul 23.40 WIT).

Oxford English Dictionary, https://id.wikipedia.org, (diakses pada tanggal 14 Juni 2021, pukul 22.30 WIT).

Sudjana Nana, 1991, Tuntunan Penyusunan Karya Ilmiah, http://library.fis.uny.ac.id, (diakses dari pada 14 Juni 2021).

Diterbitkan

2022-07-05