KOMUNIKASI DALAM BUDAYA ANGKAT PELA DESA WERINAMA DENGAN DESA KILANG
DOI:
https://doi.org/10.37196/nojisok.v3i2.633Abstrak
Budaya angkat pela merupakan salah satu kekayaan masyakat Maluku umumnya sebagai bagian dari peninggalan leluhur. Panas pela termasuk bagian dari upaya setiap generasi dalam melestarikan tradisi leluhur tersebut tapi juga perekat bagi kedua negeri atau kampong dalam menjadin hubungan persaudaraan. Penelitian ini bertujuan unutk mengetahuan komunikasi yang terbangun dalam pelaksanaan angkat pela oleh masyarakat Werinama dan desa Kilang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yang dapat ditemukan bahwa komunikasi pela gandung antara Desa Werinama dan Desa Kilang sampai saat ini masih terjaga dengan baik dan komunikasi yang di lakukan antara dua Negeri masi menjaga adat komunikasi atau budaya komunikasi tersebut. Tradisi angkat pela antara Desa Werinama dan Desa Kilang dapat terlihat mengandung beberapa nilai-nilai sosial antara lain nilai soldaritas, kebersamaan dan persaudaraan. Nilai-nilai itu pun menunjukan bahwa tradisi antara kedua negeri ini dapat memberikan sebuah arti tentang hidup persaudaraan dan saling mengjaga antara sesame tanpa melihat identitas agama masing-masing melainkan atas dasar tradisi dari leluhur.
Unduhan
Referensi
Abdurrahman. (1987). Beberapa Pemikiran tentang Pemekaran Daerah. Jakarta: PT. Media Sarana .
Effendy, U. O. (2003). Ilmu, Teori,dan Filsafat Komunikasi. Bandung : PT Cipa adtitya bakti.
Hidayat, D. (Yogyakarta). Komunikasi Antarpribadi dan Medianya: Fakta Penelitian Fenomenologi Orang Tua Karir dan Anak Remaja. Graha Ilmu: 2012.
Hildred, G. (1981). Aneka Budaya dan Komunitas di Indonesia (terj. Jakarta: Yayasan .
Lexy, J. M. (1998). Metodologi Penelitian Kualitatif-Edisi revisi. Bandung: PT. Rosdakarya.
Lexy, J. M. (2014). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Rosdakarya.
Liliweri, A. (2015). Komunikasi Interpersonal-Ed. I . Jakarta: Kencana.
Megawati. (2020). Dampak Pemekaran Desa Bangko Pintas Terhadap Percepatan PembangunanInfrastruktur Kabupaten Tebo. Jambi: Fakultas Syariah UIN Sultan Thaha Saifuddin.
Mudjiono, Y. (2014). Komunikasi Antar Pribadi. Surabaya: UIN SA Press.
Mulyanan, D., & Rakhmat. , J. (2006). Komunikas Antar Budaya Panduan Berkomunikasi dengan Orang-Orang Berbeda Budaya. Bandung: PT.Remaja Rosdakarya.
Nasrullah, R. (2014). Komunikasi Antarbudaya di Era Siber. Jakarta : Kencana Prenadamedia group.
Noeng, M. (2000). Metodilogi Penelitian Kualitatif: telaah Posisistivistik, Ransionalistik Penomonologistik, Realisim Mataphisik. Yogyakarta: Rake Sarisin.
Pratiwi, B. N. (2017). Analisis Gaya Komunikasi. eJournal Ilmu Komunikasi.
Saefullah, U. (2013). Kapita Selekta Komunikasi-Cet. Ke 2. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Sendjaja, S. (1996). Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Universitas Terbuka.
Sobur, A. (2014). Semiotika Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sudarwan, D. (2010). Media Komunikasi Pendidikan : Pelayanan Professional Pembelajaran dan Mutu. Bandung: Pustaka.
Suryanto. (2015). Pengantar Ilmu Komunikasi,Dan Tradisi. Bandung: CV Pustaka Setia.
Suyomukti, N. (2016). Pengantar Ilmu Komunikasi. Jogjakarta: AR Ruzz Media.
Usman, A. (2009). Komunikasi Antarbudaya: Berbagi Budaya Berbagi Makna. Jakarta: Yayasan obor Indonesia.

